Category Archives: Program

Pendidikan Indonesia: Maju di Kota, Merangkak di Pelosok

Pendidikan Indonesia: Maju di Kota, Merangkak di Pelosok     Semarang – Ketika kita bicara pendidikan Indonesia, data sering kali terdengar indah di panggung konferensi: angka partisipasi sekolah meningkat, indeks literasi membaik, dan kurikulum terus diperbarui. Namun, di balik statistik itu, ada wajah-wajah kecil di pelosok negeri yang masih memandang sekolah sebagai kemewahan, bukan hak. […]...

Young Leader: Menginspirasi dan Mencetak Pemimpin Masa Depan Bersama BAKTI NUSA

Young Leader: Menginspirasi dan Mencetak Pemimpin Masa Depan Bersama BAKTI NUSA   Bali – Dalam era globalisasi yang semakin dinamis, kebutuhan akan pemimpin muda berintegritas dan visioner menjadi semakin mendesak. Menjawab tantangan tersebut, Beasiswa Aktivis Nusantara (BAKTI NUSA) hadir sebagai platform yang berkomitmen untuk mencetak kader-kader pemimpin masa depan. Program ini memberikan wadah bagi generasi […]...

Kepemimpinan Berkelanjutan: Menyiapkan Masa Depan yang Lebih Baik

Kepemimpinan Berkelanjutan: Menyiapkan Masa Depan yang Lebih Baik   Semarang – Kepemimpinan berkelanjutan atau sustainable leadership menurut Tiara Ashari, Penerima Manfaat Beasiswa Aktivis Nusantara (BAKTI NUSA), adalah konsep kepemimpinan yang mengutamakan keberhasilan jangka panjang tanpa mengabaikan keberlanjutan bagi lingkungan, masyarakat, dan generasi mendatang. Ia menambhakan bahwaPemimpin yang berkelanjutan harus matang secara emosional, memiliki kompetensi yang relevan, dan […]...

Ino dan Egi, Angkat UMKM Lewat Karya

Ino dan Egi, Angkat UMKM Lewat Karya   Jakarta – Avindo Tanzano (Inno) dan Egi Setya Pratama Alhiz (Egi) adalah dua sahabat yang dipertemukan oleh kesamaan latar belakang: sama-sama alumni Umar Usman—Inno dari batch 5, Egi dari batch 6. Keduanya kini berjalan beriringan membangun Abang Konten, sebuah rumah produksi visual yang bukan hanya berfokus pada […]...

Literasi dan Perlawanan terhadap Penindasan

Literasi dan Perlawanan terhadap Penindasan   Bogor – Ketika Paulo Freire menulis Pendidikan Kaum Tertindas, ia sedang menentang sebuah sistem yang membungkam manusia agar tetap berada dalam posisi pasif. Pendidikan pada masa itu, dan masih sering kita temui hingga hari ini, termasuk di Indonesia, dipahami sekadar sebagai “transfer pengetahuan” dari guru kepada murid. Murid dianggap gelas […]...