Lewat Pembinaan Nasional, Etos ID Ajak Penerima Beasiswanya Menemukan dan Menentukan Arah Bertumbuh

Bogor – Mewujudkan pemuda strategis daerah yang berintegritas, profesional, dan transformatif dalam rangka mendukung percepatan pembangunan daerah, Etos ID menggelar Penutupan Pembinaan yang dilaksanakan daring dan diikuti 261 penerima beasiswa Etos ID & Etos ID-Bezakat angkatan 2022, 2023 dan 2025.
Dwi Nurfiriani, Ketua Etos ID, mengatakan melalui pembinaan penutup semester ini peserta diajak merefleksikan perjalanan yang telah dilalui, memahami perkembangan diri, serta mulai menemukan dan menentukan arah bertumbuh ke depan. Pembinaan yang dirancang dalam format semi-lokakarya itu merupakan upaya Etos ID membangun semangat melangkah dengan tujuan bukan sekadar menjalani rutinitas agar peserta tidak hanya menerima materi tetapi juga aktif mengevaluasi perjalanan, menyusun arah, dan menetapkan langkah lanjutan yang relevan.
Mengusung tema Step Forward: Moving with Clarity – Menemukan dan Menentukan Arah Bertumbuh pembinaan nasional yang dibersamai Tanti Mantily Dewi, Profesional Coach & Advisor PT Paragon Technology and Innovation, diharapkan menjadi ruang belajar lintas jenjang yang memperlihatkan bahwa setiap fase memiliki tantangan, proses, dan arah pertumbuhan berbeda namun tetap saling terhubung dalam perjalanan menjadi pribadi yang lebih sadar, bertujuan, dan berdampak.
Menurut Dwi, perjalanan para penerima beasiswa dimulai dari satu langkah sederhana, memilih untuk bertahan dan tetap konsisten, selama satu semester terakhir para penerima beasiswa belajar bahwa pertumbuhan tidak selalu ditandai lompatan besar tetapi oleh keputusan-keputusan kecil yang terus diulang setiap hari.

Kini, tambah Dwi, para penerima beasiswa siap melangkah ke tahap berikutnya; bukan hanya tentang bergerak lebih cepat melainkan bergerak lebih jelas sehingga mereka mampu mengenali potensi yang dimiliki, memahami arah yang ingin dituju, dan berani mengambil keputusan untuk masa depan yang lebih baik. Karena setiap orang, tandas Dwi, memiliki jalan bertumbuhnya masing-masing, dan langkah terbaik adalah langkah yang dilakukan dengan kesadaran serta tujuan yang jelas.
Dwi menghimbau agar para penerima beasiswa menutup semester pembinaan dengan rasa syukur penuh semangat baru. Pasca kegiatan Dwi meyakini para penerima beasiswa bisa memiliki pemahaman dalam menemukan arah bertumbuh sesuai fase kehidupannya dan mampu menentukan langkah lanjutan menuju cita masing-masing.