Category Archives: Bakti Nusa

Tuhan Akan Selalu Melampaui Supra-Rasionalitas

Tuhan Akan Selalu Melampaui Supra-Rasionalitas Oleh: Kangen Drivama WMJ, Penerima Manfaat BAKTI NUSA Vietnam dan Pertanyaan Rasional Penulis masih ingat. Saat itu, bus kami tengah malaju menuju salah satu destinasi yang direncanakan oleh pihak universitas Kein-Giang, Vietnam. Dalam agenda kampus yakni Kuliah Kerja Nyata, penulis dipandu oleh beberapa dosen asal Kein-Giang yang mengajar bahasa inggris. […]...

Menyoal Ulang Zona Nyaman

Menyoal Ulang Zona Nyaman Oleh: Kangen Drivama WMJ, Penerima Manfaat BAKTI NUSA Jangan takut untuk keluar dari zona nyaman. Kalimat ini sering kita dengar baik dalam seminar motivasi, career coaching, hingga posting media sosial. Pada awalnya, penulis mendapati nasehat ini sangat rasional dan konstruktif. Pasalnya, nasehat ini mengajarkan kita untuk dapat memiliki hidup yang lebih menantang […]...

Konsep Leadership 4.0 yang Perlu Kita Tahu

Konsep Leadership 4.0 yang Perlu Kita Tahu Oleh: Anton Agus Setiawan, Penerima Manfaat BAKTI NUSA Malang Konsep ‘Leadership 4.0’ berfokus pada keterlibatan tim, kemampuan individu, keterampilan memotivasi dan pabrikasi ide-ide super kreatif. Hal ini akan menghasilkan budaya kerja yang terbuka, transparan dan inovatif. Yang pasti, para pemimpin millennial saat ini mayoritas sudah menggunakan teknologi dalam […]...

Hakikat Penciptaan Manusia

Hakikat Penciptaan Manusia Oleh: Mamluatul Lailiyah, Penerima Manfaat BAKTI NUSA Jika berpikir tentang hakikat penciptaan kita sebagai manusia, hal yang paling awal ditelaah adalah, apa makna manusia itu sendiri. Manusia, berasal dari bahasa serapan dari bahasa Arab, yaitu Al-Insan. Al-Insan dalam bahasa Arab, berupa kata jamak dari Nisyan. Nisyan bermakna tempatnya salah dan lupa. Dari […]...

Kita Harus Memiliki Strong Why

Kita Harus Memiliki Strong Why Oleh: Zorozed, Penerima Manfaat BAKTI NUSA Simon Sinek pada TED Talks pada 2009 membahas tentang bagaimana pola pikir, metode atau pandangan tentang bagaimana dunia bekerja dengan lebih pragmatis oleh Simon Sinek saat pembicaraan di TED Talks.–diawal pembicaraannya, dia memulai kalimat pembicaraan dengan beberapa pertanyaan ke audiens dan menjelaskan berberapa pemikirannya.   […]...