SGI Perkuat Gerakan Pendidikan di Musi Rawas melalui Pelatihan Guru, ADAB Project, dan Monitoring Evaluasi

Musi Rawas — Sekolah Guru Indonesia (SGI) kembali memperkuat gerakan pendidikan di wilayah Musi Rawas melalui rangkaian Pelatihan Guru SGI Angkatan 52, implementasi ADAB Project, audiensi dengan Kementerian Agama Kabupaten Musi Rawas, temu alumni, serta monitoring dan evaluasi program.
Rangkaian kegiatan itu menurut Ade Munawar Lutfhi, Ketua SGI, menjadi bagian dari upaya SGI memperkuat kapasitas guru sekaligus membangun ekosistem pendidikan yang melibatkan sekolah, keluarga, mitra, alumni, dan masyarakat. Salah satu kegiatan yang menjadi sorotan adalah Pelatihan Guru SGI Angkatan 52, pelatihan ini dirancang secara partisipatif dengan mendorong guru supaya tidak hanya menerima materi, tetapi juga terlibat aktif dalam proses diskusi, mengidentifikasi persoalan yang ditemukan di lingkungan sekitar, serta mencari alternatif solusi secara bersama-sama. Pendekatan tersebut mendorong guru menghubungkan materi pelatihan dengan kondisi nyata di sekolah. Dengan demikian, proses belajar tidak berhenti pada pemahaman konsep, tetapi diarahkan pada kemampuan guru untuk menerapkannya dalam praktik pembelajaran.
Selain pelatihan guru, tambah Ade, kegiatan juga dilanjutkan dengan implementasi ADAB Project bersama murid. Melalui proyek ini, murid memperoleh kesempatan belajar melalui pengalaman dan praktik nyata. Dokumentasi kegiatan menunjukkan berbagai aktivitas murid, mulai dari kegiatan kreatif hingga praktik memasak dan presentasi hasil proyek. ADAB Project menjadi salah satu ruang bagi guru dan murid untuk membangun pembiasaan positif melalui proses belajar yang dekat dengan kehidupan mereka. Proses tersebut diharapkan dapat membantu murid mengembangkan keberanian, kreativitas, tanggung jawab, dan kemampuan bekerja bersama.

Penguatan program juga dilakukan melalui audiensi ke Kementerian Agama Kabupaten Musi Rawas. Pertemuan itu menjadi ruang membangun komunikasi dan membuka peluang kolaborasi dalam mendukung pengembangan pendidikan dan penguatan kapasitas guru di wilayah tersebut. Di sisi lain, Temu Alumni SGI Wilayah Musi Rawas Utara menjadi ruang mempererat silaturahmi sekaligus menjaga keberlanjutan gerakan alumni SGI. Alumni tidak hanya menjadi bagian dari perjalanan program, tetapi juga diharapkan terus menjadi bagian dari ekosistem yang berkontribusi terhadap perubahan pendidikan di daerah masing-masing.

Seluruh rangkaian kegiatan kemudian diperkuat melalui Monitoring dan Evaluasi SGI Angkatan 52, sebuah ruang refleksi guna melihat perkembangan program, mendengarkan pengalaman peserta, mengidentifikasi tantangan yang dihadapi selama implementasi, serta merumuskan aspek-aspek yang masih perlu diperkuat. Melalui rangkaian kegiatan tersebut, SGI berupaya memastikan bahwa pengembangan guru tidak berhenti pada kegiatan pelatihan. Proses penguatan dilakukan secara berkelanjutan melalui pembinaan, praktik di sekolah, pendampingan, refleksi, serta kolaborasi dengan berbagai pihak.
Rangkaian kegiatan di Musi Rawas menjadi pengingat bahwa perubahan pendidikan membutuhkan proses yang berkelanjutan. Guru perlu terus belajar, berefleksi, dan bergerak bersama agar praktik baik yang dibangun dapat memberikan dampak yang lebih luas bagi sekolah dan masyarakat. SGI terus berkomitmen menguatkan kapasitas guru dan membangun gerakan pendidikan yang tumbuh dari sekolah, masyarakat, serta kolaborasi berbagai pihak.
.