Implementasi ADAB Project Dorong Siswa SDN Inpres Tasiu 1 Mamuju Ubah Masalah Lingkungan Menjadi Karya Bermanfaat

Mamuju — Sekolah Guru Indonesia (SGI) terus mendorong penguatan pembelajaran berbasis proyek yang mengajak peserta didik mengenali, merespons, dan memberikan solusi terhadap berbagai persoalan di lingkungan sekitar. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Observasi Implementasi ADAB Project pada sesi Ajak Berkarya yang dilaksanakan di SDN Inpres Tasiu 1, Kabupaten Mamuju.
Kegiatan observasi dilakukan dua fasilitator SGI 52 Mamuju, Guru Sunarto dan Guru Nasri didampingi Ade Munawar Luthfi, Ketua SGI. Observasi ini menjadi bagian dari proses pendampingan dan pemantauan implementasi ADAB Project yang dikembangkan guna mendorong guru dan peserta didik belajar melalui pengalaman nyata serta menghasilkan karya sebagai solusi atas permasalahan di lingkungan sekitar.
Di sesi tersebut, peserta didik terlibat langsung dalam proses pembelajaran berbasis proyek dengan didampingi dua fasilitator. Guru Aldi Alwi memandu siswa kelas IV melalui proyek Ecobrick di Sekolahku: Mengubah Sampah Plastik Menjadi Karya Bermanfaat; melalui proyek ini, siswa diajak mengenali persoalan sampah plastik di lingkungan sekolah, mengolahnya, dan mengubah sampah tersebut menjadi produk yang memiliki nilai guna. Sementara itu, Guru Nurhaini memandu siswa kelas IV di proyek Mengolah Nasi Sisa MBG Menjadi Kerupuk Gurih; proyek ini mengajak siswa memanfaatkan nasi sisa dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar tidak terbuang sia-sia, sekaligus mengenalkan konsep pemanfaatan kembali bahan pangan menjadi produk yang bernilai guna.
Adapun Guru Rahmadani memandu siswa kelas V melalui proyek Pemanfaatan Sampah Organik Dapur (Kulit Bawang dan Air Sisa Cuci Beras) Menjadi Pupuk Organik Cair (POC); dalam proyek tersebut, siswa belajar memanfaatkan bahan organik yang sebelumnya dianggap sebagai limbah untuk diolah menjadi pupuk organik cair yang dapat digunakan untuk mendukung pertumbuhan tanaman.
Ketiga proyek itu menunjukkan bagaimana pembelajaran berbasis proyek dapat menghubungkan materi pembelajaran dengan persoalan nyata yang ditemukan peserta didik dalam kehidupan sehari-hari. Proses pembelajaran juga dilakukan dengan mengintegrasikan berbagai mata pelajaran, sehingga siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teoritis, tetapi juga mengembangkan keterampilan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, pemecahan masalah, dan kepedulian terhadap lingkungan.
Implementasi ADAB Project sesi Ajak Berkarya menjadi ruang bagi peserta didik belajar dengan melakukan. Guru berperan sebagai fasilitator yang mendampingi siswa dalam menemukan masalah, mengembangkan ide, melakukan proses pengolahan, hingga menghasilkan karya yang dapat memberikan manfaat.

Bagi SGI, praktik tersebut menjadi bagian penting dalam membangun budaya pembelajaran yang kontekstual dan berorientasi pada solusi. Melalui pendampingan dan observasi yang dilakukan oleh fasilitator, praktik pembelajaran dapat direfleksikan bersama untuk terus meningkatkan kualitas implementasi ADAB Project di sekolah. Kegiatan ini sekaligus menegaskan bahwa permasalahan yang berada di sekitar sekolah dapat menjadi sumber belajar yang kaya. Sampah plastik, nasi sisa, kulit bawang, dan air sisa cucian beras yang semula dipandang sebagai limbah dapat menjadi media pembelajaran sekaligus bahan untuk menghasilkan karya yang bermanfaat.
Melalui ADAB Project, SGI terus mendorong lahirnya guru yang mampu menghadirkan pembelajaran bermakna serta peserta didik yang tidak hanya mampu memahami masalah, tetapi juga berani berkarya dan menghadirkan solusi bagi lingkungan sekitarnya.