Wakili GREAT Edunesia, Yulianti Unjuk Hasil Riset di The Annual International Conference on Islam, Media, and Digital Society
Jakarta – Ketua Youth Ekselensia Scholarship (YES), Yulianti, terpilih mengikuti The Annual International Conference on Islam, Media, and Digital Society (AICIMIDS) 2026 yang diselenggarakan Konferensi Nasional Komunikasi Islam VI Asosiasi Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam di Hotel Milenium Jakarta, dengan mempresentasikan hasil riset berjudul Program Keluarga Madaya GREAT Edunesia Dompet Dhuafa Sebagai Upaya Meningkatkan Ketahanan Keluarga.
Pada perhelatan yang diikuti peneliti, akademisi, praktisi, dan mahasiswa tersebut, Yulianti menyampaikan pandangannya seputar tantangan utama bagi individu dan keluarga mempertahankan dan memulihkan fungsi keluarga. Menurut Yulianti, sistem ketahanan keluarga menjadi sangat penting bagi setiap keluarga karena menjadi bekal utama agar bisa mandiri ketika menyelesaikan permasalahan dan melakukan aktivitas pemberdayaan keluarga.
Yulianti menjelaskan jika GREAT Edunesia Dompet Dhuafa sebagai lembaga kemanusiaan yang peduli terhadap permasalahan itu berikhtiar melakukan kegiatan Funrenting kepada masyarakat di Pundong, Bantul. Kegiatan Funrenting, tambahnya, bertujuan agar masyarakat mengetahui fungsi keluarga sehingga sistem ketahanan keluarga terbentuk; sedangkan tujuan penelitiannya sendiri untuk melihat sejauh mana kegiatan Funrenting dapat membantu keluarga di Pundong meningkatkan ketahanan keluarga. GREAT Edunesia Dompet Dhuafa melalui Kegiatan Keluarga Madaya, ujar Yulianti, mengajak keluarga di wilayah Pundong, Bantul belajar membentuk ketahanan keluarga lewat kegiatan pelatihan, projek dan piknik bersama keluarga.
Kemudian, tandas Yulianti, hasil penelitian menunjukan bahwa ketahanan sosial dan psikologis keluarga mampu ditingkatkan melalui kegiatan Keluarga Madaya; beragam kegiatan yang digelontorkan terbukti mampu membangun pondasi utama sebuah keluarga.
Kegiatan yang mengusung tema Media, The Contemporary Muslim World, and Digital Network Society: Authority, Identity, and Social Transformation itu merupakan wadah bagi para peneliti, akademisi, praktisi, dan mahasiswa mengkaji isu-isu sosial hingga dunia digital. Yulianti berharap risetnya bisa diadaptasi dan dikolaborasi para pemangku kebijakan agar ketahanan keluarga terwujud di berbagai daerah di Indonesia. Selain itu, tukas Yuli, semoga risetnya semakin membuka wawasan publik bahwa GREAT Edunesia sangat fokus dalam mendukung isu ketahanan keluarga.
