Category Archives: Bakti Nusa

Minimalis Sejati? Buat Siapa?

Minimalis Sejati? Buat Siapa? Akhir–akhir ini gaya hidup minimalis semakin populer di kehidupan masyarakat dunia, termasuk negara Jepang. Hal ini didesak dengan biaya hidup yang semakin mahal dan efek dari gaya hidup minimalis yang positif. Seperti yang kita ketahui bahwa Jepang adalah negara yang memiliki budaya unik. Dengan kata lain mayoritas masyarakatnya menerapkan ajaran Islam […]...

Konsistensi Mampu Memberikan Kita Energi

Konsistensi Mampu Memberikan Kita Energi   Menurut KBBI arti dari kata konsistensi adalah ketetapan dan kemantapan (dalam bertindak); dari pengertian tersebut maka dapat disimpulkan secara singkat bahwa tidaklah mudah dalam membangun sebuah konsistensi, dibutuhkan komitmen yang tinggi, pengulangan yang dilakukan berulang akan suatu hal sehingga menjadikan hukum konsistensi itu bekerja sesuai dengan tujuan akhir yang […]...

“Tapi Aku Lelah”

“Tapi Aku Lelah” Barangkali…. Pada sebuah titik dalam setiap hidup manusia akan dihadapkan pada sudut pandang yang kompleks. Artinya pada suatu titik loncat tertentu manusia memiliki pola rumit dan abstrak. Setiap satu individu memiliki ciri khas tersendiri dalam menyikapi suatu hal yang terjadi di alam semesta, kejadiannya bisa jadi sama pun waktunya. Pembedanya mungkin hanya […]...

Magelang Kedatangan 50 Aktivis Calon Penerima Manfaat BAKTI NUSA

Magelang Kedatangan 50 Aktivis Calon Penerima Manfaat BAKTI NUSA Magelang – Meski diuntungkan dengan bonus demografis yang disinyalir mampu membuat perubahan besar di berbagai tatanan kehidupan, nyatanya Indonesia membutuhkan pemuda pembawa perubahan, sebab merekalah pemegang kunci kemajuan bangsa. Lembaga Pengembangan Insani Dompet Dhuafa (LPI DD) sebagai lembaga kemanusiaan yang peduli pada potensi besar pemuda menginisiasi […]...

Sebuah Peradaban dari Masjid

Sebuah Peradaban dari Masjid Pada 2030-2045, Indonesia akan memasuki fase bonus demografi. Pada tahun tahun tersebut, diperkirakan jumlah penduduk Indonesia yang berusia produktif, atau berusia 15-64 tahun berjumlah sekitar 64% dari penduduk Indonesia saat itu, yang diperkirakan mencapai 297 juta jiwa. Ibarat pisau bermata dua: menjadi menguntungkan bangsa ini, atau menjadi sebuah musibah. Tergantung bagaimana […]...