Wujudkan Mimpi Besar Pendidikan Indonesia, GREAT Edunesia Ikuti Public Expose 2025 & Indonesia Philanthropy Report I-Hits 2025
Jakarta – Sebagai Mitra Pelaksana Program Dompet Dhuafa, GREAT Edunesia terus berkomitmen menghasilkan model pendidikan berkualitas bagi masyarakat marginal. GREAT Edunesia berupaya menguatkan dan memberikan manfaat terhadap mimpi-mimpi besar pendidikan di Indonesia guna menghasilkan inovasi pendidikan berkualitas, investasi SDM, tata kelola baik dan kolaborasi strategis.
Wujudkan transparansi pelaporan kinerja pemberdayaan di Dompet Dhuafa, pada Kamis (15/01) GREAT Edunesia mengikuti Public Expose 2025 & Indonesia Philanthropy Report dan Gelar Wicara Lembaga Filantropi pada gelaran Indonesia Humanitarian Summit (I-HitS) 2025 bertajuk Empowerement to The Next Level yang dilaksanakan di Nusantara TV Ballroom, NT Tower, Jakarta Timur.
Menurut Nurhayati Rospitasari, Manajer Strategic Partnership GREAT Edunesia, Public Expose 2025 & Indonesia Philanthropy Report merupakan wadah penggerak perubahan nyata di mana GREAT Edunesia Dompet Dhuafa ingin mempertegas bahwa program-programnya tak hanya memberi bantuan, tapi hadir memberikan solusi berkelanjutan melalui program pemberdayaan, sehingga masyarakat marginal dapat keluar dari jerat kemiskinan dan bertransformasi menuju kehidupan lebih baik.
Dalam kesempatan tersebut ia mengatakan di 2025 GREAT Edunesia sukses menebar kebermanfaatan kepada 39.676 penerima manfaat, 3923 individu, dan 35.753 komunitas (guru dan pegiat literasi). Angka ini menurutnya bukan sekadar statistik, melainkan bukti akuntabilitas pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah transparan, mengubah mereka yang terkendala materi menjadi pemberdaya baru bagi lingkungannya.
Informasi kinerja GREAT Edunesia diharapkan memberikan awareness publik terhadap pertanggung jawaban organisasi dan menguatkan potensi-potensi kolaborasi menjawab tantangan zaman di masa depan. Nurhayati menyampaikan, annual report GREAT Edunesia bukan sekadar dokumen penuh angka dan statistik, melainkan refleksi dari perjalanan panjang bersama para penerima manfaat, mitra, donatur, dan seluruh pihak untuk menciptakan perubahan melalui pendidikan.
Di sesi Gelar Wicara Lembaga Filantropi dalam Pemberdayaan Berdampak Selaras dengan Asta Cita, para pembicara seperti Agung Pardini, Direktur IDEAS GREAT Edunesia; Salman Subakat, Co-Founder Paragon Corp; Sandiaga Salahuddin Uno, Entrepreneur & philanthropist; Yudi Latif, Pembina Yayasan Dompet Dhuafa Republika; DR. Eko Muliasyah Ketua Bidang Inovasi dan Literasi Forum Zakat; dan Dede Apriadi, Direktur Komersial Nusantara TV, menyoroti peran aktivitas filantropis dalam membantu penanganan masalah sosial di Indonesia, mendorong keterlibatan publik untuk terus peduli pada isu di masyarakat, dan pemaksimalan peran Lembaga filantropi dalam menjalankan fungsinya untuk mendukung target pemerintah (SDGS).
Agung Pardini menjelaskan lembaga zakat atau filantropi bukanlah pemadam kebakaran kemiskinan, ia menimpali dalam konteks saat ini jangan bermimpi lembaga zakat mampu menjadi pemadam kebakaran kemiskinan tanpa campur tangan pemerintah dan masyarakat. Ia menegaskan perlu strategi-strategi baru melalui riset, di IDEAS GREAT Edunesia para tim peneliti membantu menyiapkan desain program berbasis strategi yang tepat untuk pengentasan kemiskinan.
Menjawab tantangan strategis pada ruang lingkup global tidak dapat dilepaskan dari pengembangan perencanaan desain pendidikan. Proses pendidikan, ungkap Nurhayati, harus mempersiapkan pengalaman pembelajaran utuh dan menumbuhkan. Di 2026 GREAT Edunesia berkhidmat menguatkan dan memberikan manfaat terhadap mimpi-mimpi besar pendidikan di Indonesia.