Jimmy Hantu Menginspirasi Penerima BAKTI NUSA Menjadi Pencipta Perubahan

Bogor – Beasiswa Aktivis Nusantara (BAKTI NUSA) Bogor kembali menyelenggarakan Kegiatan Kunjungan Tokoh sebagai bagian dari proses pembinaan penerima BAKTI NUSA dalam memperkuat kapasitas kepemimpinan dan memperluas wawasan mengenai kontribusi sosial. Pada kesempatan ini, penerima BAKTI NUSA berkesempatan berdialog langsung dengan Jimmy Hantu, seorang Pebisnis dan Praktisi Pertanian Berkelanjutan yang telah mengembangkan berbagai usaha berbasis pemberdayaan masyarakat dan keberlanjutan. Kegiatan berlangsung pada kediaman rumah Jimmy hantu di Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat.
Melalui kegiatan ini, penerima BAKTI NUSA memperoleh banyak pembelajaran mengenai bagaimana membangun kepemimpinan yang tidak hanya berorientasi pada keberhasilan pribadi, tetapi juga mampu menciptakan dampak nyata bagi masyarakat. Pengalaman Jimmy Hantu di bidang pertanian, peternakan, bisnis pangan, dan pemberdayaan masyarakat menjadi inspirasi bagi penerima BAKTI NUSA dalam mengembangkan Leadership Project yang berkelanjutan dan berorientasi pada solusi.
Dalam sesi berbagi, Jimmy Hantu menceritakan perjalanan hidupnya yang dimulai dari berbagai keterbatasan. Dengan semangat belajar dan konsistensi, beliau berhasil membangun berbagai bidang usaha yang saling terintegrasi melalui pemanfaatan potensi sumber daya alam secara optimal. Menurutnya, keberhasilan tidak diperoleh secara instan, melainkan melalui proses panjang yang dijalani dengan kesabaran, keberanian, dan komitmen untuk terus berkembang.
Beliau juga menekankan bahwa setiap individu memiliki potensi untuk memberikan kontribusi bagi bangsa apabila mampu memanfaatkan sumber daya yang dimiliki secara bijaksana dan berkelanjutan. Bagi Jimmy Hantu, membangun usaha tidak hanya bertujuan memperoleh keuntungan, tetapi juga menjadi sarana menciptakan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Dalam pemaparannya, Jimmy Hantu menjelaskan bahwa salah satu tantangan terbesar dalam mengembangkan pertanian berkelanjutan adalah mengubah pola pikir masyarakat mengenai pentingnya pertanian organik dan inovasi yang ramah lingkungan. Di sisi lain, perubahan sosial dan perkembangan zaman menuntut generasi muda untuk tidak sekadar mengikuti arus, tetapi mampu menjadi pelopor perubahan yang menghadirkan solusi atas berbagai persoalan di masyarakat.
Beliau menegaskan bahwa generasi muda harus mampu menjadi creator of change, bukan hanya menjadi penikmat perubahan yang diciptakan orang lain. Sejumlah nilai kepemimpinan turut dibagikan kepada para penerima BAKTI NUSA, di antaranya pentingnya konsistensi dalam menjalani proses, keberanian memulai dari langkah kecil, kemampuan memanfaatkan potensi dan sumber daya yang tersedia, serta membangun kepemimpinan yang berlandaskan kebermanfaatan sosial. Selain itu, kompetensi, integritas, dan kepercayaan (trust) menjadi modal utama dalam membangun kolaborasi dan memperoleh dukungan dari berbagai pihak.
Jimmy Hantu juga mengajak para aktivis muda untuk memiliki visi yang besar dan tidak hanya berorientasi pada pencapaian pribadi. Menurutnya, seorang pemimpin harus mampu melihat kebutuhan masyarakat, terus meningkatkan kompetensi, membangun relasi yang baik, serta menjaga integritas agar dapat dipercaya dalam menjalankan berbagai program yang berdampak dan berkelanjutan.
Salah satu pembelajaran yang paling membekas bagi para penerima BAKTI NUSA adalah bahwa modal terbesar dalam membangun usaha maupun gerakan sosial bukanlah uang, melainkan kompetensi, rekam jejak, integritas, dan kepercayaan. Ketika seseorang mampu menunjukkan kualitas diri dan konsistensi dalam berkarya, maka dukungan, peluang, maupun kolaborasi akan datang dengan sendirinya.
Melalui kegiatan Kunjungan Tokoh ini, BAKTI NUSA Bogor berharap penerima BAKTI NUSA semakin terdorong untuk menjadi pemimpin muda yang berani memulai, konsisten dalam proses, serta mampu menciptakan inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Semangat untuk menjadi “pencipta zaman”, bukan sekadar mengikuti perkembangan zaman, diharapkan menjadi bekal bagi para penerima BAKTI NUSA dalam mengembangkan Leadership Project maupun berbagai kontribusi nyata bagi Indonesia.