Hadirkan Inovasi di Tengah Keterbatasan, Sekolah Guru Indonesia Bawa Perubahan di Kepulauan Mentawai

Hadirkan Inovasi di Tengah Keterbatasan, Sekolah Guru Indonesia Bawa Perubahan di Kepulauan Mentawai

Kepulauan Mentawai —  Sekolah Guru Indonesia (SGI) meyakini jika perubahan pendidikan tidak selalu dimulai dari ruang kelas yang lengkap atau fasilitas serba memadai. Di Kepulauan Mentawai, perubahan justru tumbuh dari guru-guru yang terus belajar, berbagi, dan berani menghadirkan inovasi di tengah keterbatasan.

 

 

Semangat itulah yang dibawa SGI lewat Program Peningkatan Kompetensi Guru Mentawai. Program ini hadir mendampingi para guru di MIS Tubeket, Kepulauan Mentawai, melalui pelatihan dan pengimbasan yang dirancang memperkuat kompetensi guru sekaligus mendorong pembelajaran kreatif, kontekstual, dan inovatif.

 

 

Menurut Ade Munawar Luthfi, Ketua SGI, dampak program tersebut mulai terlihat, sebanyak 11 guru dan 16 murid di MIS Tubeket telah merasakan manfaat program. Tidak berhenti di satu sekolah, praktik dan pengetahuan yang diperoleh juga diperluas melalui proses pengimbasan yang melibatkan 11 sekolah. Sebanyak 7 pelatihan telah dilaksanakan dan diikuti 25 guru dalam proses pengimbasan. Langkah ini menjadi bagian penting untuk memastikan pengetahuan dan praktik baik yang diperoleh tidak berhenti pada peserta pelatihan, tetapi dapat diteruskan kepada guru dan sekolah lainnya.

 

 

Salah satu dampak nyata program terlihat dari munculnya berbagai inisiatif di lingkungan sekolah. Di MIS Tubeket, pendampingan SGI turut mendorong terbentuknya Kebun Sayur Sekolah dan Pojok Literasi, kedua kegiatan itu tidak hanya menjadi fasilitas tambahan, tetapi juga ruang belajar bagi siswa. Potensi lingkungan sekitar mulai dimanfaatkan sebagai bagian dari proses pembelajaran, sehingga siswa dapat belajar melalui pengalaman yang dekat dengan kehidupan mereka sehari-hari. Dari proses tersebut, lahir pula berbagai inovasi pembelajaran berbasis potensi lokal di mana guru didorong melihat lingkungan bukan sekadar sebagai tempat tinggal, tetapi sebagai sumber belajar untuk menciptakan pembelajaran lebih relevan dan bermakna.

 

 

Keberhasilan program SGI di Kepulauan Mentawai menjadi gambaran bahwa jarak dan keterbatasan bukanlah penghalang bagi lahirnya perubahan, dari wilayah jauh sekalipun, guru dapat mengambil peran sebagai penggerak perubahan bagi sekolah, siswa, dan masyarakat.

 

Facebook
Twitter
LinkedIn

Slide
BAKTI NUSA Siap Lepas 57 Penerima Manfaatnya dalam National Mission Bogor – BAKTI NUSA…
Apresiasi National Mission 2021, Anies Baswedan: “Sebuah Semangat yang Amat Baik” Bogor – Apresiasi…
Will it be Worth It? Will it be Worth It? – Long story short,…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *