Ajak Para Guru Tunjukkan Aksi Merawat Iklim Berbasis ADAB Project, Sekolah Guru Indonesia Gelar Seminar Hari Guru Nasional 2025
Bogor – Guna menguatkan aksi, inovasi, dan kerja kolaboratif guru-guru Indonesia terhadap iklim Indonesia, Sekolah Guru Indonesia (SGI) menggelar Seminar Hari Guru Nasional hari kedua bertajuk “Guru Transformatif: Merancang Pengembangan Diri, Menciptakan Inovasi – Merancang Pembelajaran Merawat Iklim dengan ADAB Project” yang dilaksanakan daring.
Kegiatan yang dibersamai Wahid Karunia, Penyuluh LH Ahli Muda Kementerian Lingkungan Hidup dan Jusmarwan Nacing, Ketua Himpunan Penggiat Adiwiyata Indonesia (HPAI) Kabupaten Bogor ini berfokus pada membangun kepedulian serta menumbuhkan tanggung jawab guna mencegah krisi iklim di Indonesia. Keduanya menekankan bahwa sekolah memiliki peran strategis membangun budaya peduli lingkungan dan menumbuhkan generasi yang sadar perubahan iklim.
Dihadiri puluhan peserta dari berbagai daerah di Indonesia, M. Shirli Gumilang, Manajer Sekolah Guru Literat Transformatif, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pendidikan iklim tidak boleh hanya berhenti pada wacana. “Guru perlu didampingi agar mampu menciptakan pembelajaran yang menumbuhkan kesadaran ekologis. ADAB Project menjadi ruang untuk menumbuhkan gerakan ini,” jelas Shirli.
Di sesi penyampaian materi, Asep Ihsanudin, Ketua Sekolah Guru Indonesia, mengungkapkan bahwa peran guru sebagai agen perubahan menghadapi isu perubahan iklim sangatlah penting, oleh karena itulah seminar kali ini menyoroti serta menampilkan praktik baik (best practice) dari guru-guru terpilih yang telah menjalankan ADAB Project Berbasis CLEAR (Climate Learning Exploration and Action with Reflection) di berbagai daerah di Indonesia.
“ADAB Project Berbasis CLEAR telah melibatkan 30 guru, 1.368 murid, 29 sekolah, dan 1 Rumah Qur’an. Tak sampai di sana ADAB Project turut menghasilkan 23 proyek aksi iklim yang tersebar di 13 provinsi dan 4 pulau di Indonesia. Ini bukti bahwa guru memiliki pengaruh besar membentuk karakter peduli lingkungan sejak usia sekolah,” ujar Asep.
Asep mengatakan jika praktik baik para guru berhasil menanamkan kepedulian iklim di sekolah masing-masing dan hadirkan cerita inspiratif. Ia menuturkan ada empat daerah yang telah memaksimalkan prakrik baik tersebut.
“Di Denpasar para guru menginisiasi gerakan Menjadi Warga Negara yang Demokratis untuk Bumi yang Lebih Lestari dengan 45 peserta dan 705 peserta pengimbasan, di Banyuasin para guru berhasil mengajak siswa SMK melakukan aksi penyelamatan mangrove di muara Sungai Musi, di Jakarta para guru membuat Menara Kertas sebagai Sustainable Building, dan di Bandung para guru menerapkan Investasi Akhirat: Mengamalkan Ilmu dan Berbagi untuk Kebahagiaan Abadi di sekolah masing-masing,” jelas Asep.
Menurut Asep, praktik baik ini menunjukkan bahwa pembelajaran iklim tidak hanya memperkaya pengetahuan, tetapi juga mendorong aksi langsung siswa melestarikan lingkungan.
Penutupan ADAB Project Berbasis CLEAR yang bertepatan dengan momentum Hari Guru Nasional menjadi pengingat bahwa guru tidak hanya mengajar, tetapi juga membentuk karakter generasi masa depan.
“Melalui aksi, inovasi, dan kerja kolaboratif, guru-guru Indonesia menunjukkan bahwa pendidikan mampu menjadi jalan untuk merawat bumi dan menyiapkan generasi yang lebih peduli, tangguh, dan berkesadaran ekologis,” tutup Asep.