Syipa An Nisa Inisiasi Proyek Buku Antologi Puisi Bersama Siswa SMPN 14 Bandar Lampung
Lampung – Penerima beasiswa Etos ID sekaligus mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Lampung, Syipa An Nisa, menginisiasi proyek penulisan buku antologi puisi bersama siswa-siswi SMP Negeri 14 Bandar Lampung. Program tersebut menjadi salah satu upaya nyata Syipa menumbuhkan budaya literasi sekaligus mengembangkan kreativitas peserta didik di karya sastra. Kegiatan menulis buku antologi puisi diawali seminar kepenulisan yang diisi perwakilan Balai Bahasa Provinsi Lampung (BBPL).
Melalui pendampingan intensif, para siswa diajak memahami unsur-unsur puisi, mengolah pengalaman menjadi karya tulis, hingga menyusun naskah yang layak diterbitkan dalam bentuk buku antologi. Proyek ini tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan menulis, tetapi juga membangun keberanian siswa untuk mengekspresikan gagasan, perasaan, dan pandangan mereka via bahasa yang indah dan bermakna.
Syipa menjelaskan bahwa proyek itu lahir dari keinginannya menghadirkan pengalaman belajar menyenangkan sekaligus menghasilkan karya nyata bagi siswa. Menurutnya, setiap anak memiliki cerita dan imajinasi yang layak diabadikan dalam sebuah buku.
Buku ini, menurut Syipa, bukan sekadar kumpulan puisi, tetapi sebuah bukti bahwa siswa mampu berkarya dan meninggalkan jejak literasi sejak usia sekolah. Ia berkeinginan pengalaman tersebut dapat menumbuhkan rasa percaya diri para siswa untuk terus menulis dan mencintai sastra.
Proyek buku antologi puisi turut mendukung penguatan Gerakan Literasi Sekolah melalui pendekatan pembelajaran berbasis proyek. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa penyusunan buku antologi mampu meningkatkan kemampuan menulis, kreativitas, serta kolaborasi siswa dalam proses pembelajaran. Selama proses penulisan, siswa mendapatkan pendampingan mulai dari pencarian ide, penyusunan diksi, penyuntingan, hingga tahap finalisasi naskah. Dengan demikian, sambung Syipa, mereka tidak hanya memahami teori menulis puisi tetapi juga merasakan secara langsung proses kreatif seorang penulis hingga karya diterbitkan.
Syipa berharap semakin banyak sekolah yang menjadikan karya sastra sebagai media pembelajaran produktif. Ia meyakini bahwa literasi tidak berhenti pada kegiatan membaca, melainkan dapat diwujudkan lewat keberanian menghasilkan karya yang bermanfaat dan menginspirasi. Proyek antologi puisi bersama siswa SMP Negeri 14 Bandar Lampung diharapkan menjadi langkah awal lahirnya generasi muda yang gemar membaca, kritis berpikir, serta mampu mengabadikan gagasan dan nilai-nilai kehidupan.