Sekolah Guru Indonesia Gelar Lokakarya Kelas Literasi Kreatif (KLiK) dan Best Practice
Rembang – Mendorong terciptanya inovasi pembelajaran di lingkungan sekolah dan madrasah, Sekolah Guru Indonesia (SGI) menyelenggarakan Lokakarya Kelas Literasi Kreatif (KLiK) dan Best Practice yang diikuti seluruh peserta SGI Angkatan 52 Kabupaten Rembang.
Kegiatan yang dilaksanakan di MI Al Hidayah Jurangjero, Kecamatan Sluke, Kabupaten Rembang bersama Muh. Shirli Gumilang, Ketua Sekolah Guru Literat (SGLT) tersebut ialah bentuk komitmen SGI menjawab tantangan pendidikan modern melalui penguatan budaya literasi serta pengolahan pengalaman mengajar guru menjadi sebuah karya tulisan best practice. Rangkaian kegiatan ini diikuti para pendidik yang bersemangat membawa perubahan positif di satuan pendidikan masing-masing.
Rangkaian kegiatan, tutur Ade Munawar Luthfi, Ketua SGI, diawali penyamaan persepsi mengenai konsep literasi, multiliterasi, kelas literasi kreatif, hingga pentingnya penulisan best practice. Di sesi ini, fasilitator menekankan urgensi pembelajaran berbasis literasi kreatif serta bagaimana best practice menjadi instrumen penting meningkatkan mutu pendidikan berkelanjutan. Memasuki sesi eksplorasi, para peserta diajak melakukan analisis dan eksplorasi terhadap berbagai masalah serta ide terkait kegiatan literasi yang ada di sekolah/madrasah masing-masing.
Para Guru Hebat, tandas Ade, terlihat antusias mengikuti lokakarya, hal itu terlihat dari suasana diskusi yang berlangsung interaktif melalui curah gagasan (brainstorming) dan pembedahan formula laporan best practice serta modul KLiK. Tidak hanya membekali peserta secara teoritis, lokakarya ini memfasilitasi praktik langsung di mana setiap guru diminta untuk merancang modul Kelas Literasi Kreatif (KLiK) serta menyusun kerangka laporan best practice. Di akhir sesi, peserta mempresentasikan rancangan modul KLiK yang telah disusun dan mengikuti proses refleksi kolaboratif bersama peserta lain serta fasilitator.
Dengan terselenggaranya Lokakarya Kelas Literasi Kreatif (KLiK) dan Best Practice, Ade berharap para peserta dapat langsung mengimplementasikan modul KLiK di kelas masing-masing guna menunjang gerakan literasi sekolah/madrasah yang lebih hidup dan berdampak luas.


