Sambut 56 Penerima Program Merdeka UKT, Dompet Dhuafa Gelar Penandatanganan Kesepakatan Bantuan Merdeka UKT

Bogor – Guna membuka akses pendidikan bagi mahasiswa yang menghadapi hambatan biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT), Dompet Dhuafa melalui GREAT Edunesia menginisiasi Program Merdeka UKT. Program Merdeka UKT merupakan ikhtiar Dompet Dhuafa yang ditujukkan bagi mahasiswa yang membutuhkan dukungan biaya pendidikan berupa bantuan UKT hingga Rp3.000.000 untuk pembayaran UKT Semester Ganjil Tahun Akademik 2026.

Setelah melewati serangkaian seleksi administrasi dan wawancara, Dompet Dhuafa menetapkan 56 mahasiswa dari 42 perguruan tinggi di seluruh Indonesia sebagai penerima beasiswa periode Semester Ganjil 2026. Untuk menyambut para penerima beasiswa, pada Rabu (02/09) Dompet Dhuafa menggelar Penandatanganan Kesepakatan Bantuan Merdeka yang dilaksanakan daring. Fitriawati, Kru Merdeka UKT, mengatakan, kegiatan Penandatanganan Kesepakatan Bantuan ini tidak hanya bersifat administratif/legal-formal, tetapi juga dirancang sebagai ruang pemaknaan bagi penerima beasiswa -agar bantuan yang diterima tak sekadar dimaknai sebagai dukungan finansial semata, melainkan juga amanah demi terus belajar, bertumbuh, dan memberi dampak bagi sesama.

Tak sekadar seremoni, kegiatan ini turut diisi beragam materi menarik yang dibersamai Udhi Tri Kurniawan, GM Biro Penyaluran Program Dompet Dhuafa; Mulyadi Saputra, Deputi 1 Pendidikan Dompet Dhuafa; dan Haryo Mojopahit, Managing Director Program, Riset Dan Budaya Dompet Dhuafa. Mengusung tema Support, Learn, Impact, lewat Program Merdeka UKT Dompet Dhuafa hadir membuka jalan agar hambatan biaya UKT tidak menghentikan perjalanan pendidikan.

Pada sesi Program Insight Session WHY: Why We Care, Udhi menyampaikan jika Dompet Dhuafa secara serius hadir di berbagai ranah yang perlu dibantu, salah satunya pendidikan; sebab itu lah perlu adanya kontribusi serta peran banyak pihak buat bekerja sama, Program Merdeka UKT ialah salah satu kontribusi Dompet Dhuafa untuk pendidikan indonesia. Melalui Merdeka UKT, lanjutnya, Dompet Dhuafa ingin berkontribusi membuka akses Pendidikan Tinggi untuk masyarakat. Udhi berpesan agar penerima beasiswa ke depannya memiliki target prestasi, antusias ketika mengejar target capaian, mau belajar dari mentor, dan menikmati setiap proses yang dijalani.

Mulyadi Saputra di sesi VALUE: Be The Pioneer menguatkan para penerima beasiswa agar tak patah arang menggapai cita-cita lewat pendidikan. Sebab menurutnya jalan-jalan menuju cita-cita selalu bermula dari kualitas manusia, karena itu lah pendidikan menjadi bagian penting dari jalan tersebut. Ia menegaskan, dari pendidikan manusia akan memiliki daya cipta, memiliki kemampuan mengubah gagasan menjadi kemaslahatan, memiliki integritas, dan mengoptimalkan kemandirian. Mulyadi mengutarakan supaya penerima beasiswa mampu menjadi pioneer yang dimulai dari lingkungan serta hal terkecil supaya kebermanfaatan bisa maksimal dan menjadi investasi jangka panjang yang dapat dinikmati di dunia dan akhirat.

Sementara Haryo Mojopahit di sesi GROW: Learn to Be Free menerangkan jika manusia terlahir dalam sistem yang menyebabkan mereka terkungkung dalam kelas-kelas sosial. Dompet Dhuafa, katanya, berupaya mendobrak sistem yang tak terlihat di mana sistem pendidikan sulit berpindah ke status kelas sosial tertentu; oleh karena itu konsep beasiswa pendidikan Dompet Dhuafa bertujuan mengeluarkan potensi para pemuda yang diibaratkan mengeluarkan gajah-gajah keluar dari “sirkus”, Dompet Dhuafa ingin mengeluarkan penerima beasiswanya dari “penjara-penjara” yang tak bisa dilihat. Haryo berharap setelah mengikuti Program Merdeka UKT para penerima beasiswa bisa membebaskan diri dari kelas sosial, bisa keluar dari “kotak korek api” yang membatasi, dan belajar jadi merdeka.

Melalui Penandatanganan Kesepakatan Bantuan Merdeka UKT, Dompet Dhuafa berikhtiar menanamkan pola pikir belajar merdeka dan menguatkan semangat penerima beasiswa melanjutkan perjuangan pendidikan. Fitri yakin para penerima beasiswa bisa mengubah kesempatan ini menjadi energi untuk belajar, mengembangkan diri, membangun kompetensi, dan memberdayakan potensi. Karena sejatinya pendidikan tidak berhenti pada keberhasilan diri melainkan menjadi manfaat bagi keluarga, masyarakat, dan sesama.