Perkuat Pendampingan, Dorong Inovasi, dan Bangun Kolaborasi, Youth Ekselensia Scholarship Selenggarakan Rapat Kerja Nasional

Perkuat Pendampingan, Dorong Inovasi, dan Bangun Kolaborasi, Youth Ekselensia Scholarship Selenggarakan Rapat Kerja Nasional

Bogor — Youth Ekselensia Scholarship (YES) menyelenggarakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2026 daring bertema “Strengthening YES: Improve, Innovate, and Collaborate for Greater Impact”. Kegiatan ini ialah momentum evaluasi capaian program sekaligus perumusan strategi pengembangan YES untuk meningkatkan kualitas pendampingan pelajar dari keluarga prasejahtera.

 

 

Dalam pemaparan nasional, Bayu Candra Winata, Ketua Beastudi Indonesia menyampaikan bahwa YES Angkatan 4 telah menjangkau 85 penerima beasiswa di delapan wilayah. Sebanyak 74% penerima beasiswa berhasil diterima di perguruan tinggi negeri (PTN), sementara 86% melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi secara keseluruhan. Capaian lainnya meliputi 65% penerima beasiswa menghafal Juz 30, 97% menuntaskan hafalan 24 hadis pilihan, serta 606 penerima manfaat yang dijangkau melalui YES Day Out.

 

 

Sementara itu, Haryo Mohjopahit, General Manager Pengembangan Program Riset, Pendidikan, dan Budaya Dompet Dhuafa, menekankan pentingnya pembinaan holistik yang mencakup akademik, karakter, spiritualitas, kepemimpinan, keterampilan, serta kesiapan menghadapi tantangan ekonomi dan pendidikan. Pendekatan consulting, coaching, dan counseling juga perlu diperkuat agar pendampingan lebih sesuai dengan kebutuhan setiap penerima beasiswa.

 

 

Refleksi dari berbagai wilayah, termasuk Padang, Pekanbaru, Surabaya, Sumatera Selatan, Langkat, Pidie Jaya, Aceh Utara, dan Sinjai, menunjukkan capaian positif dalam kelulusan perguruan tinggi, hafalan Al-Qur’an dan hadis, serta prestasi akademik maupun nonakademik. Namun, sejumlah tantangan masih perlu ditangani, seperti keterbatasan anggaran dan fasilitas, benturan jadwal sekolah, koordinasi antarpihak, serta perbedaan kebutuhan penerima beasiswa.

 

 

Yulianti, Ketua YES, mengemukakan jika ada tiga arah strategis di Rakernas YES kali ini antara lain Improve (Peningkatan Kualitas Program), di mana YES berfokus pada peningkatan kualitas pendampingan penerima beasiswa melalui pemetaan potensi wilayah dan sekolah, sinkronisasi jadwal pembinaan dengan kalender akademik, penguatan kompetensi mentor dalam konseling dan psikologi remaja, serta penyempurnaan kurikulum Campus Preparation dan Qur’anic Mentorship. Optimalisasi sistem ELIX untuk monitoring dan evaluasi, pendampingan individual secara rutin, serta mitigasi risiko bencana juga menjadi perhatian guna memastikan pembinaan berjalan efektif, terukur, dan berkelanjutan.

 

 

Lalu Innovate (Pengembangan Inovasi Program) guna mendorong inovasi melalui pembinaan gabungan dengan program beasiswa Dompet Dhuafa, pengembangan modul persiapan masuk perguruan tinggi yang mencakup TKA, SNBT, pemilihan jurusan, biaya pendidikan, dan beasiswa, serta peningkatan keterampilan konseling mentor. Selain itu, direncanakan penguatan edukasi parenting bagi orang tua, penyempurnaan mekanisme seleksi penerima manfaat, dan pengembangan model pembinaan yang adaptif terhadap kebutuhan penerima beasiswa di setiap wilayah.

 

 

Kemudian, tambah Yulianti, Collaborate (Penguatan Kolaborasi dan Keberlanjutan) yang nantinya YES akan memperluas sinergi antara kantor pusat, cabang, mentor, sekolah, perguruan tinggi, mitra pendanaan, orang tua, dan alumni untuk memperkuat keberlanjutan program. Strategi yang dikembangkan meliputi pengelolaan database dan aktivasi jejaring alumni YES, perluasan kemitraan dengan institusi pendidikan untuk mendukung akses dan persiapan masuk perguruan tinggi, serta penguatan strategi penghimpunan dana dan publikasi program agar lebih menarik bagi donatur. Kolaborasi juga diarahkan pada peningkatan kapasitas mentor, penyediaan fasilitas pembinaan, dan perluasan dampak sosial program YES.

 

 

Melalui Rakernas YES 2026, terang Yulianti, seluruh pemangku kepentingan diharapkan memiliki arah kerja yang semakin selaras dalam meningkatkan kualitas pembinaan dan memperluas manfaat program. Hasil diskusi dan evaluasi menjadi pijakan untuk menyusun langkah tindak lanjut yang lebih terarah, terukur, dan sesuai dengan kebutuhan setiap wilayah.

 

 

 

Keberhasilan YES, tambahnya, tidak hanya diukur dari jumlah penerima beasiswa yang memperoleh beasiswa atau diterima di perguruan tinggi, tetapi juga dari pertumbuhan karakter, kemandirian, keterampilan, serta kontribusi mereka bagi lingkungan.  Dengan semangat Improve, Innovate, and Collaborate, YES berkomitmen terus mengembangkan model pendampingan yang adaptif, memperkuat kapasitas mentor, memperluas kemitraan, dan membangun jejaring alumni yang berkelanjutan.

 

 

 

Bersama YES, Yulianti optimis bisa memperluas akses pendidikan, mengembangkan potensi, dan mengantarkan lebih banyak pelajar menuju masa depan yang lebih baik

Facebook
Twitter
LinkedIn

Slide
BAKTI NUSA Siap Lepas 57 Penerima Manfaatnya dalam National Mission Bogor – BAKTI NUSA…
Apresiasi National Mission 2021, Anies Baswedan: “Sebuah Semangat yang Amat Baik” Bogor – Apresiasi…
Will it be Worth It? Will it be Worth It? – Long story short,…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *