Perkuat Kualitas Program Berbasis Data dan Dampak Sosial, Etos ID Kendari Gelar Monitoring dan Evaluasi Pembinaan

Kendari- Memastikan kualitas pelaksanaan pembinaan tetap berjalan sesuai standar nasional serta menghasilkan rekomendasi strategis bagi pengembangan program di masa mendatang, Etos ID Kendari menyelenggarakan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Pengelolaan Pembinaan Etos ID 2026.
Rista Damayanti Anggraini, Koordinator Pembinaan Etos ID, mengatakan bahwa monev yang dilakukan di wilayah dilakukan secara komprehensif melalui refleksi implementasi pembinaan berbasis data assessment, analisis perkembangan penerima beasiswa, identifikasi kesenjangan (gap) proses pembinaan, pemetaan tantangan wilayah, hingga faktor-faktor yang mendukung ketercapaian target program.
Ia menjelaskan, bahwa monev bukan sekadar mengukur capaian program, tetapi menjadi ruang pembelajaran bersama guna memastikan setiap proses pembinaan benar-benar memberikan dampak bagi perkembangan mahasiswa maupun masyarakat. Etos ID, tambah Rista, juga melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan Social Project yang dijalankan para penerima beasiswa, mengukur dampak sosial yang dihasilkan bagi masyarakat, serta menyusun berbagai rekomendasi penyempurnaan desain program berdasarkan masukan dari manajemen pusat.
Monev merupakan bagian penting dalam budaya belajar, Etos ID melihat bagaimana proses pembinaan dijalankan berdasarkan data, mengukur perubahan yang dialami penerima beasiswa, serta memastikan setiap program terus berkembang sesuai kebutuhan wilayah.
Hasil evaluasi di Kendari, jelas Rista, menunjukkan berbagai capaian membanggakan, mulai dari peningkatan kualitas pendampingan, keterlibatan penerima beasiswa dalam program kepemimpinan dan pengabdian masyarakat, hingga berkembangnya budaya pembinaan yang semakin kolaboratif.
Sementara itu, Fasilitator Etos ID Kendari, Mardani Syarif, menyampaikan bahwa monev menjadi instrumen penting demi memastikan proses pembinaan tidak hanya berjalan sebagai rutinitas, tetapi benar-benar menghasilkan perubahan yang terukur.
Zaidatun Nadila, penerima beasiswa Etos ID 2025, mengungkapkan bahwa monev memberikan kesempatan bagi penerima beasiswa untuk menyampaikan pengalaman sekaligus masukan terhadap proses pembinaan. Baginya monev bukan sekadar penilaian terhadap program, melainkan ruang untuk didengarkan dan bertumbuh bersama.
Melalui pelaksanaan monev, Etos ID Kendari menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan sistem pembinaan adaptif, berbasis data, dan berorientasi pada dampak. Evaluasi tidak hanya menjadi alat untuk mengukur keberhasilan program, tetapi juga menjadi pondasi dalam merancang inovasi pembinaan yang mampu menjawab tantangan zaman serta memperkuat lahirnya pemimpin muda yang berintegritas, kompeten, dan memiliki kepedulian sosial.