Pecut Semangat Pemuda Raih Beasiswa, Kuliah Tak Gentar Gelar Scholar Talk 2026 Hari Kedua
Bogor – Guna memecut semangat sekaligus mengembangkan potensi terbaik pemuda untuk mengejar peluang beasiswa, Kuliah Tak Gentar (KTG) kembali menggelar Scholar Talk: Beyond Limits: Navigating Your Scholarship Success hari kedua bersama Birrul Qodriyyah, S.Kep., Ns., M.Sc., Alumni Etos ID, Pemilik @cabinesia dan Pendiri @jadiibu.id.

Di Scholar Talk 2026, mbak Birrul, sapaan akrabnya, tak hanya berfokus pada materi Motivation Letter dan Strategi Penyusunan Esai, melainkan turut berbagi kisah seputar sepak terjangnya mendapatkan beasiswa supaya peserta semakin semangat merajut asa. Mbak Birrul, yang pernah menjadi perwakilan mahasiswa Bidikmisi seluruh Indonesia dan berpidato di depan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, mengatakan ada beberapa hal yang peserta harus dalami baik-baik ketika mendaftar beasiswa di antaranya perlu memiliki motivasi serta alasan mengapa ingin mendapatkan beasiswa, memiliki prestasi yang stand out, dan memastikan memiliki rencana kontribusi jelas di masyarakat kelak.

Dihadapan puluhan peserta Scholar Talk 2026 ia menambahkan, yang paling penting adalah pemuda harus memiliki kepercayaan diri dan afirmasi bahwa cita-citanya bisa tercapai, lantaran hal itu akan memudahkan usaha dan tekad untuk mewujudkannya. Hal itu dialami sendiri oleh mbak Birrul, ia bercerita, dulu melihat kakak kelasnya pernah berbincang-bincang dengan presiden. Dalam hati ia berdoa agar bisa bertemu dan berbincang dengan presiden juga, dan ternyata diwujudkan Allah Swt. Ia ingin para peserta memiliki afirmasi positif supaya mimpi dan cita bisa digapai.

Menurut Rista Damayanti, Koordinator KTG, Scholar Talk dirancang sebagai ruang belajar bagi siswa kelas XII SMA/sederajat, peserta gap year, serta mahasiswa untuk mengenal lebih dekat dunia beasiswa. Melalui kegiatan tersebut, kata Rista, peserta akan memperoleh pemahaman mengenai berbagai jenis beasiswa, strategi menghadapi proses seleksi, penyusunan motivation letter dan essay, pembuatan curriculum vitae (CV), hingga persiapan menghadapi wawancara beasiswa.

Selain berbagi pengalaman, mbak Birrul juga menjelaskan akan ada banyak tantangan di masa depan, karena itulah ia menekankan pentingnya eksplorasi pengalaman dan soft skills semasa sekolah atau kuliah. Ia menyampaikan jika sekarang pemuda hidup di era teknologi, hanya sayangnya banyak dari mereka yang kekurangan essential soft skills; Waktunya banyak dihabiskan di media sosial, namun sebatas konsumsi saja. Ia mengingatkan agar para peserta tidak menyia-nyiakan kesempatan belajar dan berkarya saat masih sekolah atau kuliah. Sebab baginya cita-cita itu diperjuangan melalui kesungguhan dan kemauan, keduanya ialah modal agar tidak lelah berjuang. Ia berpesan, kalau punya mimpi ekstrem maka ikhtiar dan doanya pun harus ekstrem.
Scholar Talk 2026, terang Rista, ialah bentuk kontribusi KTG meningkatkan literasi beasiswa di kalangan pelajar dan mahasiswa. Ia berharap kegiatan inspiratif tersebut akan mengoptimalkan potensi para peserta menembus berbagai keterbatasan demi meraih peluang beasiswa melalui arah, strategi, dan persiapan yang tepat menuju kesuksesan akademik.
