Merawat Proses, Merajut Dampak: BAKTI NUSA Adakan Monev di Yogyakarta  

Merawat Proses, Merajut Dampak: BAKTI NUSA Adakan Monev di Yogyakarta

Yogyakarta – Beasiswa Aktivis Nusantara (BAKTI NUSA) Yogyakarta menggelar rangkaian kegiatan monitoring dan evaluasi  yang tidak hanya mengukur capaian, namun menjadi ruang refleksi bagi lima penerima BAKTI NUSA dalam menjalani semester pertama program.

 

 

Menurut Fitriawati, Koordinator Pembinaan BAKTI NUSA, membentuk pemimpin muda berdampak bukan proses mudah, semuanya dimulai dari kesadaran diri, tumbuh lewat proyek nyata di tengah masyarakat, dan diuji lewat konsistensi menjalankannya. Proses inilah, tambah Fitri, yang menjadi inti dari rangkaian pembinaan BAKTI NUSA yang secara berkala dievaluasi untuk memastikan setiap penerima beasiswa bertumbuh sesuai nilai-nilai kepemimpinan program.

 

 

Fitri menerangkan jika pembinaan BAKTI NUSA tidak hanya berhenti pada aspek administratif dan pemantauan proyek, melainkan juga menyentuh sisi personal setiap penerima beasiswa. Monev BAKTI NUSA sendiri memiliki ragam rangkaian kegiatan seperti sesi kepemimpinan di mana  para penerima beasiswa diajak merenungi kembali bagaimana waktu mereka digunakan, peran apa yang mereka jalankan, serta kontribusi nyata yang telah mereka berikan selama satu semester. Selain itu, kata Fitri, monev BAKTI NUSA menggunakan instrumen pembinaan yang memandu penerima beasiswa melewati tiga tahapan penting yakni mengaudit penggunaan waktu mereka, mengenali dan memprioritaskan peran-peran yang mereka jalani, hingga menyadari dampak yang diberikan bagi orang-orang di sekitarnya.

 

 

Fitri menuturkan, pembinaan yang dijalankan BAKTI NUSA tidak semata soal memantau progres proyek, tapi memastikan setiap penerima beasiswa benar-benar mengenali dirinya sendiri sebagai pemimpin. Ketika mereka paham waktu dan perannya, imbuh Fitri, barulah kontribusi yang diberikan menjadi lebih bermakna dan berkelanjutan. Fitri menandaskan bahwa proses pembinaan turut dilengkapi pengukuran komprehensif melalui asesmen pribadi, evaluasi publik, dan survei dampak Leadership Project, sebab ketiga instrumen tersebut saling melengkapi — memberikan gambaran bagaimana penerima beasiswa menilai dirinya sendiri serta lingkungan sekitarnya.

 

 

Selama lima bulan pemantauan berjalan, tukas Fitri, performa kepemimpinan penerima beasiswa BAKTI NUSA Yogyakarta menunjukkan tren peningkatan konsisten, rata-rata Indeks Prestasi Kepemimpinan (IPK) semester berada di angka 3,08. Di balik angka tersebut, tercatat kolaborasi bersama 10 mitra, 5 liputan media eksternal, dukungan 63 volunteer, dan manfaat yang telah dirasakan oleh 174 penerima manfaat di berbagai penjuru Yogyakarta dan sekitarnya.

 

 

Capaian ini lahir dari lima Leadership Project yang dijalankan awardee di bidang yang beragam — mulai dari edukasi gizi berkelanjutan, wellness berbasis kearifan lokal, ruang menulis dan bercerita untuk pengembangan diri, penguatan literasi anak, hingga ruang belajar digital bagi pelajar di kawasan yang membutuhkan akses pendidikan lebih luas.

 

 

Salah satu yang menonjol adalah Ceritau, Leadership Project yang membuka ruang bagi anak-anak dan masyarakat untuk mengenal serta mengekspresikan emosi mereka melalui seni dan tulisan. Dalam kunjungan lapangan yang dilakukan bersamaan dengan pameran komunitas di Yabbiekayu Restaurant, Tembi, Bantul, Ceritau menghadirkan kegiatan read aloud, kolase biji-bijian, dan fun journalling bagi anak-anak maupun orang dewasa. Antusiasme publik yang hadir bahkan tercatat lebih tinggi dibandingkan booth komunitas lain yang berpartisipasi pada acara tersebut

 

 

Ke depannya BAKTI NUSA akan terus mendorong setiap Leadership Project untuk merumuskan model keberlanjutan yang lebih mandiri, agar dampaknya dapat terus tumbuh dan direplikasi komunitas lain — bahkan setelah masa kepengurusan penerima beasiswa di program berakhir.

BAKTI NUSA percaya, tumbuh sebagai pemimpin bukan proses yang selesai dalam satu semester. Yang terpenting adalah, lanjut Fitri, setiap penerima beasiswa mau terus belajar dari prosesnya, dan bersedia memperbaiki apa yang perlu diperbaiki.

 

Facebook
Twitter
LinkedIn

Slide
BAKTI NUSA Siap Lepas 57 Penerima Manfaatnya dalam National Mission Bogor – BAKTI NUSA…
Apresiasi National Mission 2021, Anies Baswedan: “Sebuah Semangat yang Amat Baik” Bogor – Apresiasi…
Will it be Worth It? Will it be Worth It? – Long story short,…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *