Masuki 1 Dekade, Sekolah Literasi Indonesia Kuatkan Komitmen Menggerakkan Literasi, Memberdayakan Masyarakat, dan Membangun Indonesia    

Masuki 1 Dekade, Sekolah Literasi Indonesia Kuatkan Komitmen Menggerakkan Literasi, Memberdayakan Masyarakat, dan Membangun Indonesia

 

 

Jakarta – GREAT Edunesia Dompet Dhuafa menginiasi Sekolah Literasi Indonesia (SLI) guna mengembangkan budaya literasi di seluruh ekosistem pendidikan yang meliputi pendidikan formal, informal, dan non formal. SLI hadir sebagai ikhtiar dalam membangun dan meningkatkan kualitas manusia melalui literasi. Memasuki usia satu dekade, SLI melangsungkan Perayaan 1 Dekade Sekolah Literasi Indonesia bertajuk Menggerakkan Literasi, Memberdayakan Masyarakat, Membangun Indonesia yang diadakan di Ruang Serbaguna Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Jakarta.

 

 

 

Andi Ahmadi, Ketua SLI, mengatakan bahwa 10 tahun bukanlah perjalanan singkat, SLI hadir dan bertumbuh bersama sekolah, guru, relawan, pegiat literasi, serta masyarakat melalui berbagai program pengembangan literasi, seperti pendampingan sekolah, penguatan Taman Baca Masyarakat, pembinaan perpustakaan sekolah dasar, dan berbagai ruang belajar yang menumbuhkan budaya literasi di tengah masyarakat.

 

 

Dalam perjalanannya SLI berikhtiar mengoptimalkan perpustakaan sekolah sebagai pusat sumber belajar untuk meningkatkan budaya literasi siswa. Selain itu, SLI ikut mengembangkan Program Pemberdayaan Masyarakat yang menunjang kebutuhan literasi di masyarakat melalui optimasi peran TBM (Taman Bacaan Masyarakat) yang berada di wilayah program. Di 2025 pada program Pegiat Literasi Indonesia (PELITA) SLI telah membersamai 11 penerima program Pegiat Literasi Indonesia (PELITA) SLI, 73 Guru Mitra PELITA SLI, 252 orang tua Mitra PELITA SLI, 20 Duta Gemari Baca, 4 TBM, 11 sekolah. Pada program Literasi Tematik (Literasi Keuangan, Literasi Gizi, Literasi Lingkungan), SLI menyertai 250 guru, 100 anak, dan 330 orang tua. Pada program Komunitas Media Pembelajaran (KOMED), SLI mendampingi 260 guru.

 

 

Perayaan 1 Dekade, menurut Andi Ahmadi bukan sekadar seremonial, melainkan upaya menghidupkan kembali nyala semangat literasi serta kolaborasi agar terus memberi dampak bagi pendidikan dan masa depan Indonesia, sebab itulah Perayaan 1 Dekade tersebut turut dibersamai tokoh-tokoh mumpuni seperti Dr. Adin Bondar, S.Sos., M.Si.,Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan, Perpustakaan Nasional RI; Dr. I Gusti Made Ardana, S.Pd., M.T., Direktur Pendidikan Nonformal dan Pendidikan Informal Kemendikdasmen; Dr. Heru Kurniawan, S.Pd., M.A., Pendiri Rumah Kreatif Wadas Kelir; Sofie Dewayani, Ph.D., Praktisi Literasi Nasional;  Muh. Shirli Gumilang, M.Pd., Ketua Departemen Sekolah & Literasi Transformatif; Asep Hendriana, Direktur Program Pendidikan Dompet Dhuafa; Andi Ahmadi, Ketua SLI; Yudi Hartanto, Founder Rumah Baca Zhaffa; Yoyok Dwi Arian Zuhdi, Kepala MIN 6 Gunungkidul; Saidatun Nafisah, Founder Wonder Play Hut; R. Yulia Yulianti, M.Pd.; Deta Wijayanti, Alumni PELITA; Sekar Ratnaningtyas, BBB Book Club; Nidya Narulita, M.Pd., Sidina Community; dan Palupi Mutiasih, Pegiat Literasi.

 

 

Menghidupkan semangat literasi melalui kegiatan inspiratif, edukatif, dan kolaboratif yang melibatkan masyarakat, relawan, dan komunitas mitra, di perhelatan ini SLI menggelar beragam kegiatan seperti Gelar Wicara Inspiratif, Bincang Literasi: Berbagi Praktik Baik Literasi, Penganugerahan SLI (SLI Award), Literasi Tematik, Kelas Belajar Literasi, Ceruk Ilmu, Pameran Literasi.

 

 

Selama 1 Dekade, sambung Andi Ahmadi, perjalanan ini tidak hanya tentang menjalankan program, tetapi juga tentang menjaga semangat untuk terus menyalakan harapan melalui pendidikan. Literasi bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis, melainkan jalan untuk membangun cara berpikir, memperluas wawasan, dan membentuk generasi yang lebih berdaya dan berakhlak. Di usia 10 tahun, SLI akan terus berkomitmen menggerakkan literasi untuk membuka peluang, memperkuat kapasitas masyarakat, dan menghadirkan perubahan bermakna.

 

 

Bersama berbagai pihak, SLI percaya jika literasi mampu meningkatkan kualitas pendidikan, memperluas peluang kesejahteraan, serta memperkuat kapasitas sosial masyarakat. Lebih dari itu, literasi menumbuhkan budaya belajar sepanjang hayat—sebuah kebutuhan mendasar di tengah perubahan zaman yang begitu cepat.

Facebook
Twitter
LinkedIn

Slide
BAKTI NUSA Siap Lepas 57 Penerima Manfaatnya dalam National Mission Bogor – BAKTI NUSA…
Apresiasi National Mission 2021, Anies Baswedan: “Sebuah Semangat yang Amat Baik” Bogor – Apresiasi…
Will it be Worth It? Will it be Worth It? – Long story short,…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *