Maksimalkan Efektivitas Pojok Baca Nusantara, OK OCE Kemanusiaan, Sekolah Guru Literasi Transformatif GREAT Edunesia, dan Dompet Dhuafa Adakan Monitoring Evaluasi Program
Kuningan — Memastikan efektivitas program dalam meningkatkan minat baca dan kemampuan literasi pelajar OK OCE Kemanusiaan, Sekolah Guru Literasi Transformatif (SGLT) GREAT Edunesia, dan Dompet Dhuafa melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Program Pojok Baca Nusantara di SD Negeri 1 Darma, Kuningan, Jawa Barat. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk memastikan efektivitas program dalam meningkatkan minat baca dan kemampuan literasi pelajar.
Program Pojok Baca Nusantara menjadi salah satu strategi pemberdayaan masyarakat berbasis zakat produktif yang bertujuan memberikan akses bacaan yang mudah dijangkau dan berkualitas, sehingga siswa dapat mengembangkan kebiasaan membaca sejak dini.
Selain melakukan monev, kegiatan juga diisi Pelatihan Literasi Kreatif yang dihadiri guru di SDN 1 Darma. Pelatihan ini membekali guru dengan metode pembelajaran kreatif dan menarik supaya menumbuhkan minat baca siswa. Para guru menyambut positif kegiatan ini dan mengingkinkan lebih banyak pelatihan serupa dalam waktu dekat.
Dalam pelaksanaan monev, tim OK OCE Kemanusiaan, SGLT GREAT Edunesia, dan Dompet Dhuafa meninjau langsung fasilitas Pojok Baca, mengevaluasi pemanfaatan koleksi buku, serta mengidentifikasi kebutuhan tambahan untuk mendukung optimalisasi program. Kegiatan ini juga menjadi ajang diskusi bersama guru dan pihak sekolah mengenai strategi kreatif untuk meningkatkan literasi pelajar.
Muh. Shirli Gumilang, Ketua SGLT, menjelaskan bahwa minat baca di Indonesia masih rendah dan menjadi tantangan serius. Ia mengatakan, berdasarkan data UNESCO, minat baca masyarakat Indonesia hanya 0,001% atau setara satu orang rajin membaca dari 1.000 penduduk. Sementara survei Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2020 mencatat hanya 10% penduduk Indonesia yang gemar membaca buku.
Melalui Pojok Baca Nusantara, OK OCE Kemanusiaan, Sekolah Guru Literasi Transformatif (SGLT) GREAT Edunesia, dan Dompet Dhuafa berkomitmen mengatasi persoalan tersebut. Shirli menyampaikan jika program ini bukan hanya menghadirkan buku, tetapi juga membangun budaya membaca di tengah siswa dan masyarakat.
Ke depannya, kerja sama tersebut diupayakan terus berkembang agar Pojok Baca di berbagai daerah semakin banyak disertai beragam pelatihan literasi kreatif bagi guru agar manfaatnya meluas dan berkelanjutan