Lewat Kunjungan Tokoh, BAKTI NUSA Makassar Dorong Pemuda Jadi Agen Perubahan

Makassar – Beasiswa Aktivis Nusantara (BAKTI NUSA) wilayah Makassar kembali menggelar kegiatan pembinaan bulanan bertajuk Kunjungan Tokoh di Ocean Cafe, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Kegiatan ini menghadirkan tokoh pemuda , Dr. M. Syaiful, S.Sos., M.Si., Ketua Harian KNPI Provinsi Suwalesi Selatan.
Dengan tema Next-Gen Leaders: Kepemimpinan, Kolaborasi, dan Dampak Sosial, kegiatan ini menjadi ruang diskusi inspiratif bagi para penerima manfaat BAKTI NUSA guna memperluas wawasan mengenai kepemimpinan, pengembangan diri, hingga kontribusi nyata pemuda dalam kehidupan sosial masyarakat. Dalam pemaparannya, Dr. M. Syaiful menekankan bahwa organisasi merupakan tempat terbaik untuk membentuk karakter kepemimpinan, melatih komunikasi, serta membangun jejaring sosial yang luas.
Ia juga menyampaikan bahwa setiap anggota organisasi memiliki peran penting, tidak hanya mereka yang berada pada posisi struktural. Menurutnya, organisasi yang sehat adalah organisasi yang mampu menciptakan rasa memiliki bagi seluruh anggotanya.
Menurutnya banyak organisasi gagal berkembang karena hanya berfokus pada pengurus inti. Padahal, tambahnya, anggota lain juga dapat menjadi penggerak yang membawa pengaruh besar bagi organisasi.
Dalam sesi diskusi, Dr. M. Syaiful turut menyinggung fenomena generasi muda yang dikenal dengan istilah “sigma”. Ia menjelaskan bahwa seseorang tidak harus memiliki jabatan formal untuk memberikan dampak positif dalam organisasi. Sosok yang mampu menciptakan suasana nyaman, produktif, dan menghidupkan lingkungan organisasi juga merupakan bagian penting dari kepemimpinan.
Selain membahas kepemimpinan, diskusi juga menyoroti pentingnya keseimbangan antara aktivisme dan tanggung jawab akademik. Dr. M. Syaiful membagikan pengalaman pribadinya selama aktif berorganisasi hingga harus menempuh pendidikan sarjana selama tujuh tahun. Pengalaman tersebut menjadi pelajaran berharga agar generasi muda tetap mampu menjaga prioritas pendidikan di tengah aktivitas organisasi.
Pembahasan kemudian berlanjut pada peran Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) sebagai organisasi payung kepemudaan di Indonesia. Ia menilai bahwa organisasi kepemudaan perlu menghadirkan program-program yang lebih berdampak langsung bagi masyarakat, terutama dalam bidang pendidikan, pemberdayaan ekonomi, pelatihan keterampilan, hingga literasi pemuda.
Menurutnya, legalitas organisasi juga menjadi aspek penting dalam membangun kolaborasi dengan berbagai pihak, baik pemerintah maupun lembaga lainnya. Organisasi yang memiliki legal standing dinilai lebih mudah mendapatkan dukungan program dan membangun keberlanjutan gerakan sosial.
Di akhir sesi, peserta diajak membangun jejaring dan kolaborasi lintas komunitas. Dr. M. Syaiful menegaskan bahwa tantangan sosial saat ini tidak dapat diselesaikan secara individual, melainkan membutuhkan kerja sama berbagai pihak untuk menciptakan dampak yang lebih luas.
Melalui kegiatan ini, BAKTI NUSA Makassar berharap para penerima manfaat mampu menjadi generasi pemimpin yang adaptif, kolaboratif, dan memiliki keberanian untuk mengambil peran dalam menghadirkan perubahan positif di tengah masyarakat.