Lahirkan Guru Transformatif, Sekolah Guru Indonesia Gelar Studium Generale Guru Pemimpin

Lahirkan Guru Transformatif, Sekolah Guru Indonesia Gelar Studium Generale Guru Pemimpin

Bogor – Mendorong lahirnya inovasi pembelajaran dan kepemimpinan sekolah yang berdampak, Sekolah Guru Indonesia (SGI) menggelar Studium Generale Guru Pemimpin 2026 bertajuk Leading Educational Transformation: Membangun Guru Pemimpin untuk Masa Depan Indonesia yang dilaksanakan daring.

 

 

SGI, kata Utari Akhir Gusti, Koordinator SGI, berkomitmen membangun Guru Pemimpin Indonesia memandang bahwa penguatan kepemimpinan guru merupakan investasi strategis untuk mewujudkan transformasi pendidikan yang berkelanjutan. Kegiatan ini, tambahnya, menjadi ruang inspirasi, refleksi, dan penguatan kapasitas guru melalui pemikiran para tokoh pendidikan, akademisi, praktisi, dan pemimpin nasional yang memiliki perhatian terhadap pengembangan pendidikan Indonesia.

 

 

Dibersamai Ervan Jaya, Kepala Sekollah Al Syukro Universal dan Aktivis SGI;  Ade Munawar Luthfi, Ketua SGI,  Asep Hendriana, Direktur Program Pendidikan Dompet Dhuafa; dan M. Shirli Gumilang, Ketua Sekolah Guru Literat, Studium Generale Guru Pemimpin tersebut akan mengoptimalkan  paradigma Teacher Leadership para Guru Hebat sebagai penggerak transformasi pendidikan di tingkat kelas, sekolah, dan masyarakat. Tak sampai di sana 120 Guru Hebat yang hadir juga turut mendapatkan beragam materi mumpuni guna mengembangkan pola pikir (growth mindset) dan karakter kepemimpinan yang visioner, adaptif, kolaboratif, serta berorientasi pada dampak.

Di pembukaan Studium Generale Guru Pemimpin Ade Munawar Lutfhi mengatakan jika guru lebih dari pengajar, sebab guru juga memiliki peran menginspirasi perubahan dan menjadi agen transformasi. Guru, ujarnya, menggerakkan siswa, rekan sejawat, serta lingkungan untuk mencapai visi pendidikan memerdekakan.

Sementara Asep Hendriana di sambutan kunci meyakini bahwa pemerataan kualitas pendidikan dimulai dari pengoptimalan kapasitas guru, sebab itulah SGI berikhtiar mengadakan beragam pelatihan untuk Guru Hebat. SGI, imbuhnya, berharap dapat melahirkan guru-guru terbaik di berbagai pelosok negeri untuk membangun semangat sinergi, semangat kolaborasi, dan kemudian bisa hadir memberdayakan masyarakat di tempatnya masing-masing; terlebih tongkat estafet berada di tangan para Guru Hebat.

 

 

Melalui Studium Generale Guru Pemimpin, peserta diharapkan memperoleh wawasan mengenai praktik terbaik kepemimpinan guru, memahami tantangan pendidikan masa depan, membangun jejaring kolaborasi lintas sektor, serta memperkuat komitmen sebagai Guru Pemimpin yang adaptif, inovatif, dan berdampak.

 

Shirli Gumilang mengungkapkan bahwa peran guru pada abad ke-21 telah mengalami pergeseran yang signifikan. Guru tidak lagi diposisikan hanya sebagai penyampai pengetahuan (knowledge transmitter), melainkan sebagai fasilitator pembelajaran, inovator, kolaborator, mentor, serta pemimpin pembelajaran (teacher leader) yang mampu menggerakkan perubahan di ruang kelas, sekolah, dan masyarakat. Shirli menerangkan di tengah gempuran teknologi dan media sosial, Guru Hebat perlu menerapkan kebiasaan 10 Kepemimpinan Guru di antaranya teladan menegakkan ibadah, disiplin mengelola waktu, gemar membaca buku, pelopor kebersihan sekolah, sahabat terbaik siswa, tertib menyiapkan administrasi, kreatif membuat media, profesional ketika mengajar, gigih meneliti, dan aktif memberdaya masyarakat.

 

 

Lewat Studium Generale Guru Pemimpin para Guru Hebat diajak merancang dan mengimplementasikan inovasi pembelajaran serta program sekolah yang responsif terhadap tantangan pendidikan masa depan. Selain itu SGI turut mengasah kemampuan mereka menghadapi isu-isu strategis pendidikan, seperti transformasi digital, ketahanan pangan, mitigasi bencana, dan pembangunan berkelanjutan.

Kepemimpinan guru, tegas Ervan Sanjaya, menjadi fondasi penting dalam membangun budaya belajar yang positif, meningkatkan kualitas pembelajaran, mengembangkan inovasi, serta memperkuat kolaborasi antarwarga sekolah untuk mencapai tujuan pendidikan yang berkelanjutan. Guru zaman ini, jelasnya, harus mampu mengidentifikasi permasalahan pendidikan, merancang solusi inovatif, memanfaatkan teknologi secara bijaksana, membangun kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, serta menggerakkan perubahan yang berdampak nyata bagi peningkatan mutu pendidikan di sekolah.

Pada akhirnya, Studium Generale Guru Pemimpin 2026 diharapkan menjadi momentum lahirnya komunitas guru pemimpin yang mampu menginisiasi perubahan, menggerakkan inovasi pembelajaran, serta berkontribusi aktif dalam mewujudkan pendidikan Indonesia yang berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan.

Facebook
Twitter
LinkedIn

Slide
BAKTI NUSA Siap Lepas 57 Penerima Manfaatnya dalam National Mission Bogor – BAKTI NUSA…
Apresiasi National Mission 2021, Anies Baswedan: “Sebuah Semangat yang Amat Baik” Bogor – Apresiasi…
Will it be Worth It? Will it be Worth It? – Long story short,…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *