Kunjungan Tokoh, Kuatkan Kepemimpinan Penerima BAKTI NUSA
Bogor – Beasiswa Aktivis Nusantara (BAKTI NUSA) kembali menyelenggarakan kegiatan pembinaan bertajuk Kunjungan Tokoh sebagai upaya memperluas wawasan kepemimpinan, pengembangan diri, serta menguatkan orientasi kontribusi sosial para penerima BAKTI NUSA. Kegiatan ini menghadirkan Kak Fania Khamada (Panyo) dari Kitabisa.com sebagai narasumber inspiratif yang berbagi pengalaman membangun gerakan sosial melalui fundraising digital, pengelolaan komunitas, dan kolaborasi lintas sektor. Kegiatan ini dilaksanakan di Lorong Kopi, Jakarta Selatan.
Kegiatan tersebut menjadi ruang belajar bagi penerima BAKTI NUSA untuk memahami bagaimana kepemimpinan dapat diwujudkan melalui aksi nyata di tengah masyarakat. Selain memperkaya perspektif, kunjungan tokoh juga diharapkan mampu memperkuat pengembangan Leadership Project masing-masing, terutama dalam aspek komunikasi, optimalisasi media sosial, pembangunan jejaring, serta keberlanjutan program sosial.
Dalam sesi berbagi, Kak Panyo menceritakan perjalanan hidup dan kariernya yang tidak selalu berjalan sesuai rencana. Berawal sebagai mahasiswa Psikologi Universitas Indonesia yang tidak menyelesaikan studinya, beliau kemudian memperoleh kesempatan magang di Kitabisa. Berkat sikap proaktif, kemauan belajar, dan totalitas dalam bekerja, beliau dipercaya menjadi bagian dari tim hingga akhirnya berkembang menjadi Project Manager setelah hampir sembilan tahun berproses.
Selama berkarier di Kitabisa.com, Kak Panyo terlibat dalam berbagai kolaborasi sosial bersama influencer, public figure, komunitas, hingga berbagai lembaga kemanusiaan. Pengalaman tersebut memperlihatkan bahwa keberhasilan sebuah gerakan sosial tidak hanya ditentukan oleh besarnya ide, tetapi juga oleh konsistensi, komunikasi yang efektif, serta kemampuan membangun kolaborasi.
Menurutnya, tantangan terbesar dalam membangun gerakan sosial adalah menjaga konsistensi ketika hasil yang diharapkan tidak dapat diraih secara instan. Di sisi lain, masih banyak program sosial yang memiliki dampak besar namun belum dikenal luas karena belum mampu memanfaatkan strategi komunikasi dan media sosial secara optimal.
Selain itu, membangun kepercayaan publik, memperluas networking, dan menciptakan model pendanaan yang berkelanjutan juga menjadi tantangan yang harus dihadapi oleh para pegiat sosial maupun social enterprise.
Dalam pemaparannya, Kak Panyo menekankan sejumlah nilai kepemimpinan yang perlu dimiliki generasi muda, di antaranya totalitas dalam menjalankan amanah, keikhlasan dalam berkontribusi, fokus pada proses pembelajaran, keberanian mengambil risiko, kemampuan membangun komunikasi dan jejaring, kepemimpinan kolaboratif, konsistensi menciptakan dampak, serta pentingnya menjadi pribadi yang autentik dalam membangun personal branding maupun gerakan sosial.
Ia juga mengajak para penerima BAKTI NUSA untuk tidak menunggu sempurna sebelum mulai berkontribusi. Ia ingin pemuda memulai dari keresahan yang paling dekat dengan diri sendiri. Jangan takut mencoba karena hidup adalah proses eksperimen. Kegagalan, menurutnya, bukan akhir tetapi bagian dari proses belajar.
Selain itu, Kak Panyo mengingatkan bahwa media sosial merupakan instrumen yang sangat kuat untuk memperluas dampak program sosial apabila dimanfaatkan secara autentik, kreatif, dan bertanggung jawab.
Melalui kegiatan Kunjungan Tokoh ini, BAKTI NUSA Bogor berharap para penerima BAKTI NUSA semakin terdorong menjadi pemimpin muda yang adaptif, kolaboratif, serta mampu menghadirkan solusi atas berbagai persoalan sosial melalui Leadership Project yang berdampak dan berkelanjutan. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen BAKTI NUSA Bogor dalam membentuk pemimpin muda yang tidak hanya unggul secara kapasitas, tetapi juga memiliki orientasi kebermanfaatan bagi masyarakat.