Kuatkan Ekosistem Pemberdayaan untuk Mendorong Masyarakat Berdaya dan Mandiri, Dompet Dhuafa Gelar Kongres Kemandirian 2026
Jakarta — Dompet Dhuafa kembali meneguhkan komitmennya membangun kemandirian masyarakat lewat Kongres Kemandirian Dompet Dhuafa 2026, sebuah forum yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan untuk membahas strategi penguatan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.
Mengusung Satu Forum, Satu Peta Jalan Kemandirian Bangsa, Kongres Kemandirian yang diadakan di SWASANA Patrajasa Yudistira Grand Ballroom pada Sabtu (29/08), menjadi ruang kolaborasi bagi pemerintah, akademisi, dunia usaha, lembaga filantropi, komunitas, praktisi pemberdayaan, serta para penerima manfaat untuk berbagi gagasan dan merumuskan langkah konkret membangun masyarakat yang lebih mandiri melalui perumusan agenda kemandirian bangsa. Forum ini lahir dari keyakinan bahwa ketahanan ekonomi semata tidak lagi memadai di tengah carut marutnya kondisi dunia; sebab yang dibutuhkan sekarang ialah kedaulatan yang bertumpu pada kualitas manusia, kuatnya institusi, dan ekosistem ekonomi produktif.
Kongres ini tidak sekadar menjadi forum diskusi, namun dirancang sebagai instrumen kebijakan: setiap sesi diarahkan untuk menghasilkan rekomendasi yang terukur, dituangkan di dokumen kebijakan resmi, dan diserahkan langsung kepada lembaga legislatif dan eksekutif terkait. Kongres ini menjadi titik konsolidasi bagi salah satu aset strategis Dompet Dhuafa yang selama ini belum banyak dimanfaatkan secara kolektif yakni jaringan alumni penerima beasiswa dan diaspora dari berbagai profesi, institusi, dan negara.
Kongres Kemandirian, kata Mulyadi Saputra, Deputi I Pendidikan Dompet Dhuafa, adalah momentum memperkuat perspektif bahwa pemberdayaan masyarakat harus mampu menghadirkan perubahan jangka panjang. Dompet Dhuafa membawa modal yang relevan untuk merespons situasi ini. Lebih dari tiga dekade bekerja melalui lima pilar program pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, sosial kemanusiaan, serta dakwah dan budaya, lembaga ini memiliki jaringan alumni penerima beasiswa dan diaspora yang tersebar di berbagai profesi dan negara.
Kongres Kemandirian yang digawangi Dr. (H.C.) Drs. H. M. Jusuf Kalla, Mantan Wakil Presiden RI ke-10 & 12; Ahmad Juwaini, Ketua Pengurus Dompet Dhuafa; Yudi Latif, Ph.D, Pembina Dompet Dhuafa; Dr. H. Bambang Widjojanto,S.H.,M.H., Pembina Dompet Dhuafa; mengangkat sejumlah isu strategis, mulai dari kesehatan, ketahanan sosial, pendidikan, dan pemberdayaan Ekonomi.
Dalam pelaksanaannya, Kongres Kemandirian dibagi menjadi dua sesi yakni Sesi Diskusi Panel 1: Kesehatan dan Sosial bertema Strengthening Community Well- being for Sustainable Development bersama Salahuddin Yahya, Direktur Potensi dan Sumber Daya Sosial Kemensos RI; drg. M. Atiatul M, Dentist, Influencer; Ivan Ahda, M.Si., Strategy & Advisory Director KTM Solution. Dan Sesi Diskusi Panel 2: Pendidikan & Ekonomi bertema Empowered Education, Sovereign Economy bersama Dr. Hj. Kurniasih Mufidayati, M.Si., Wakil Ketua Komisi X DPR RI; Dr. Banu Muhammad H Dosen FEB Universitas Indonesia; dan Prof. Dr. rer. nat. Agustino Zulys, M.Sc., Guru Besar FMIPA UI. Sesi panel tersebut digadang menjadi wadah integrasi gagasan dan membangun kolaborasi konkret yang dituangkan dalam komitmen kerja sama lanjutan bukan sekadar pertemuan seremonial.
Berbagai praktik baik pemberdayaan yang telah dilakukan Dompet Dhuafa menjadi bagian penting pada Kongres Kemandirian. Program-program tersebut menjadi pembelajaran mengenai bagaimana intervensi sosial dapat dikembangkan dari pendekatan berbasis bantuan menuju pendekatan yang mendorong tumbuhnya kapasitas dan kemandirian penerima manfaat. Dompet Dhuafa memandang bahwa tantangan sosial yang semakin kompleks membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Oleh karena itu, Kongres Kemandirian diharapkan dapat mempertemukan berbagai kekuatan dan pengalaman demi melahirkan gagasan yang dapat diterapkan secara nyata di tengah masyarakat, merumuskan rekomendasi kemandirian, mengonsolidasikan jaringan cendekiawan dan alumni, serta merajut sinergi multi pihak.
Mulyadi Saputra menambahkan jika perubahan berkelanjutan lahir dari masyarakat berdaya, sebab itu lah, Dompet Dhuafa terus mendorong model pemberdayaan yang menempatkan masyarakat sebagai subjek perubahan. Kongres Kemandirian menjadi bagian dari ikhtiar memperluas kolaborasi dan memperkuat gerakan kemandirian di berbagai wilayah.
Selain forum panel dan diskusi, Kongres Kemandirian Dompet Dhuafa turut menghadirkan pameran produk dari Mitra Pelaksana Program Dompet Dhuafa dan alumni sebagai ruang memperlihatkan dampak nyata pemberdayaan yang telah berjalan.
Melalui Kongres Kemandirian, Dompet Dhuafa berharap lahir berbagai rekomendasi dan komitmen bersama yang dapat memperkuat ekosistem pemberdayaan masyarakat. Semangat tersebut sejalan dengan cita-cita untuk menghadirkan masyarakat yang tidak hanya terbantu, tetapi mampu tumbuh, berdaya, dan menjadi penggerak perubahan bagi lingkungan sekitarnya.
Kongres Kemandirian menjadi penegasan bahwa kemandirian merupakan proses yang dibangun bersama dan diharapkan menjadi ruang strategis yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan untuk membangun gagasan, memperkuat kolaborasi, dan merumuskan langkah nyata menjawab tantangan kemandirian bangsa.. Dari zakat, infak, sedekah, dan wakaf yang dikelola secara produktif, Dompet Dhuafa terus berikhtiar menghadirkan kebermanfaatan yang lebih luas serta mendorong lahirnya masyarakat yang berdaya dan berkelanjutan.