Guru Hebat, Indonesia Kuat: GREAT Edunesia dan Direktorat Pendidikan Profesi Guru Kemendikdasmen Gelar Bulan Guru Nasional 2026

Guru Hebat, Indonesia Kuat: GREAT Edunesia dan Direktorat Pendidikan Profesi Guru Kemendikdasmen Gelar Bulan Guru Nasional 2026

Jakarta – Memeriahkan Bulan Guru Nasional 2026, Direktorat Pendidikan Profesi Guru Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) berkolaborasi dengan GREAT Edunesia Dompet Dhuafa dan Lembaga Sensor Film (LSF) menyelenggarakan kegiatan Gelar Wicara: Satu Guru, Sejuta Impian, Nonton Bareng dan Diskusi Film Na Willa, serta Sosialisasi Gerakan Nasional Budaya Sensor Mandiri di Gedung A Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Jakarta, pada Rabu (04/11).

 

 

Mengusung tema Guru Hebat, Indonesia Kuat, kegiatan yang dihadiri Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Republik Indonesia; Prof. Dr. Nunuk Suryani, M.Pd., Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikdasmen; Hanindya, Penyanyi; Reda Gaudiamo, Penulis Na Willa; dan Dr. Naswardi, M.M., M.E., Ketua LSF, merupakan ruang berbagi pengalaman, refleksi, dan apresiasi terhadap peran guru yang telah membantu setiap murid mengenali potensi, membangun kepercayaan diri, serta meraih masa depan lebih baik.

 

 

Menurut Nurhayati Rospitasari, Resource Mobilization GREAT Edunesia Dompet Dhuafa, guru memiliki peran strategis membentuk karakter, menumbuhkan kepercayaan diri, serta mendukung pengembangan potensi peserta didik. Selama proses pendidikan, tambah Nurhayati, guru tidak hanya berperan sebagai penyampai ilmu pengetahuan tetapi juga pendamping yang membantu murid mengenali kemampuan, mengembangkan minat dan bakat, serta membangun keberanian meraih cita-cita.

 

 

Kegiatan Gelar Wicara bersama Hanindya, Nonton Bareng & Diskusi Film Na Willa bersama Reda Gaudiamo, serta Sosialisasi Gerakan Nasional Budaya Sensor Mandiri bersama Lembaga Sensor Film (LSF) dimaksudkan sebagai ajang berbagi pengalaman dan inspirasi mengenai peran guru membuka wawasan, menumbuhkan potensi, dan mendukung murid meraih cita-cita.

 

 

Dikemas secara menarik, 250 peserta diajak menikmati gelar wicara interaktif yang menggali pengalaman Hanindya selama menempuh pendidikan, kenangan bersama guru, serta dukungan yang ia terima guna mengembangkan potensinya hingga meniti karier di dunia musik. Sedangkan di Nonton Bareng Film Na Willa para peserta menyelami proses kreatif sebuah karya, perjalanan karakter dari cerita ke layar lebar, serta pengalaman anak menjalani proses pengembangan diri. Melalui perspektif penulis karya, pemeran utama anak, dan guru yang mendampingi proses pendidikannya, para peserta diharapkan mendapat gambaran mengenai pentingnya dukungan lingkungan positif demi membantu anak mengenali dan mengembangkan potensinya. Tak sampai di sana, peserta turut mendapatkan sosialisasi pentingnya memiliki kemampuan memilih dan memilah tontonan sesuai klasifikasi usia dan pentingnya budaya menonton bertanggung jawab.

 

Lewat kegiatan ini, Nurhayati optimis tercipta ruang kolaborasi yang mempertemukan dunia pendidikan dan perfilman untuk menghadirkan pembelajaran inspiratif, meningkatkan kesadaran masyarakat pentingnya peran guru, dan mengenalkan budaya menonton bertanggung jawab.

 

Facebook
Twitter
LinkedIn

BAKTI NUSA Siap Lepas 57 Penerima Manfaatnya dalam National Mission Bogor – BAKTI NUSA…
Apresiasi National Mission 2021, Anies Baswedan: “Sebuah Semangat yang Amat Baik” Bogor – Apresiasi…
Will it be Worth It? Will it be Worth It? – Long story short,…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *