GREAT Edunesia Dompet Dhuafa Perkuat Pemulihan Pascabencana di Aceh Melalui Pelatihan Dukungan Psikososial bagi Guru Madrasah

GREAT Edunesia Dompet Dhuafa Perkuat Pemulihan Pascabencana di Aceh Melalui Pelatihan Dukungan Psikososial bagi Guru Madrasah

 

Pidie Jaya — GREAT Edunesia Dompet Dhuafa melalui program Respon Darurat Pendidikan (RDP) kembali menunjukkan komitmennya dalam pemulihan pendidikan pascabencana dengan menggelar Pelatihan Layanan Dukungan Psikososial (LDP) bagi guru madrasah di Kabupaten Pidie Jaya. Kegiatan ini terlaksana melalui kolaborasi strategis bersama PGMNI Aceh.

 

Pelatihan yang berlangsung di Aula Kantor Kementerian Agama Pidie Jaya ini dibuka secara resmi oleh Asisten III Setda Kabupaten Pidie Jaya, Helmi, S.STP., M.Si., serta dihadiri berbagai pemangku kepentingan pendidikan daerah. Program ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan GREAT Edunesia Dompet Dhuafa dalam merespons dampak bencana banjir yang melanda wilayah tersebut beberapa bulan lalu, khususnya di aspek pemulihan psikososial peserta didik.

 

Dalam sambutannya, Helmi menyampaikan apresiasi atas kontribusi GREAT Edunesia Dompet Dhuafa yang tidak hanya fokus pada bantuan material, tetapi juga menyentuh aspek pemulihan mental dan emosional siswa. Ia menegaskan bahwa guru memiliki peran strategis sebagai pendamping yang mampu membangun kembali semangat dan harapan anak-anak pascabencana.

 

Senada dengan itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Pidie Jaya, Mulyadi, S.Ag., M.Pd., menekankan pentingnya peningkatan kapasitas guru dalam memberikan dukungan psikososial. Menurutnya, pelatihan ini menjadi langkah konkret dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan penuh empati bagi siswa yang terdampak.

 

Ketua PW PGMNI Aceh, Ismaidar, M.Pd., juga menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan bentuk nyata sinergi dalam memperkuat peran guru sebagai garda terdepan dalam pemulihan kondisi psikologis peserta didik. Ia menilai kehadiran GREAT Edunesia Dompet Dhuafa melalui program RDP memberikan nilai tambah yang signifikan bagi dunia pendidikan di wilayah terdampak.

 

Materi pelatihan disampaikan langsung oleh tim RDP GREAT Edunesia Dompet Dhuafa yang dipimpin Ricky Hardiansyah, dengan pendekatan praktis dan kontekstual. Para guru dibekali keterampilan komunikasi empatik, pengelolaan emosi, serta strategi menciptakan ruang belajar yang suportif dan ramah bagi anak.

 

Sementara itu, Ketua RDP GREAT Edunesia Dompet Dhuafa, Muh. Shirli Gumilang, dalam keterangannya menyampaikan harapan besar terhadap keberlanjutan perhatian publik terhadap proses pemulihan pascabencana di Aceh.

 

“Perhatian publik terhadap pemulihan pasca bencana di Aceh masih sangat kurang. Harapannya, dengan adanya pelatihan guru ini sebagai bentuk program recovery pendidikan, dapat kembali memberikan perhatian kepada publik bahwa penanganan bencana di Sumatera masih terus dilakukan dan membutuhkan dorongan dari semua pihak,” ujarnya.

 

Ia menegaskan bahwa GREAT Edunesia Dompet Dhuafa akan terus berupaya menghadirkan program-program pemulihan yang tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi juga berorientasi pada penguatan kapasitas lokal dan keberlanjutan.

 

Melalui kegiatan ini, GREAT Edunesia Dompet Dhuafa berharap para guru madrasah di Pidie Jaya semakin siap menjadi agen pemulihan yang mampu menghadirkan ketenangan, rasa aman, dan semangat baru bagi peserta didik. Program ini sekaligus menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi multipihak dapat menghadirkan solusi pendidikan yang holistik, humanis, dan berdampak nyata bagi masyarakat terdampak bencana.

 

Facebook
Twitter
LinkedIn

Slide
BAKTI NUSA Siap Lepas 57 Penerima Manfaatnya dalam National Mission Bogor – BAKTI NUSA…
Apresiasi National Mission 2021, Anies Baswedan: “Sebuah Semangat yang Amat Baik” Bogor – Apresiasi…
Will it be Worth It? Will it be Worth It? – Long story short,…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *