Cetak Generasi Muda Unggul, Youth Ekselensia Scholarship Helat Ekselensia Leadership Camp

Bogor – Sebagai langkah awal dalam perjalanan pembinaan, 106 penerima beasiswa baru Youth Ekselensia Scholarship (YES) mengikuti Ekselensia Leadership Camp (ELC) yang dilaksanakan daring serentak di 11 titik wilayah program antara lain Yogyakarta, Surabaya, Medan, Padang, Sinjai, Bogor, Pekanbaru,Palembang, Dumai, Aceh Utara, dan Pidie Jaya.
ELC ialah kegiatan onboarding bagi penerima beasiswa baru YES yang dirancang komprehensif guna memperkenalkan visi, misi, nilai-nilai, dan ekosistem pembinaan dalam program YES. Menurut Yulianti, Ketua YES, melalui kegiatan ini, para penerima beasiswa baru diajak mengenal lebih dalam tentang perjalanan program, memahami peran dan tanggung jawab sebagai penerima beasiswa, membangun relasi dengan sesama penerima manfaat, mentor, alumni, serta menumbuhkan semangat kepemimpinan sejak awal masa pembinaan.
Mengusung tema Lead Yourself, Impact Others: Membangun Karakter Kepemimpinan, Memperkuat Visi, dan Menumbuhkan Komitmen Awardee YES, selama tiga hari ke depan para penerima beasiswa baru YES diajak menyelami beragam kegiatan seperti Leadership Workshop, Diskusi & Inspirasi Tokoh, Simulasi Problem Solving, Refleksi dan Pemetaan Visi Hidup, Outbound & Team Building. Guna menumbuhkan jiwa kepemimpinan dan tanggung jawab sosial, di hari pertama para penerima beasiswa mendapatkan pembekalan mumpuni dari Rommi Adany Putra Afauly, Alumni Beasiswa Aktivis Nusantara (BAKTI NUSA) Bandung dan Pendiri Sakola Kembara; Yulianti, Ketua YES; Bayu Candra Winata, Ketua Beastudi Indonesia; dan Haryo Mojopahit, Managing Director Program, Riset dan Budaya Dompet Dhuafa.

Di sesi Overview Bayu Candra Gerbang mengatakan, ELC adalah awal transformasi diri melalui filosofi “Lead Yourself, Impact Others” untuk mengokohkan jati diri, nilai kepemimpinan, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan peradaban Indonesia. Ia ingin para penerima beasiswa dapat membangun ekosistem pembelajar, menciptakan jaringan pemimpin muda yang saling menguatkan di berbagai bidang kehidupan, dan menjadi mata air kebaikan dengan mengangkat orang lain untuk berdiri serta berhasil.

Sementara itu Haryo Mojopahit menuturkan jika di balik dinamika kehidupan anak muda ada keberanian untuk melangkah. Dampak besar, imbuhnya, kerap berawal dari pemaknaan sederhana seperti tiga simbol matematika dasar—garis miring (/), tanda tambah (+), dan sama dengan (=)—sebagai kompas moral dalam meraih cita-cita. Ia menjelaskan Simbol Garis Miring (/) menandakan hidup ialah pilihan; Simbol Tanda Tambah (+), menjadi pelengkap di tengah ketidaksempurnaan namun ia hadir sebagai nilai tambah; dan Simbol Sama Dengan (=) berarti bergerak bersama mewujudkan Peradaban. Ia menegaskan, lewat perpaduan tiga simbol ini, Youth Ekselensia Scholarship (Kita = Youth Ekselensia Scholarship) tidak hanya hadir sebagai program beasiswa, tetapi juga sebagai gerakan bersama mencetak generasi pemimpin yang berani memilih, siap melengkapi, dan fokus bertumbuh demi masa depan.
ELC juga menjadi ruang refleksi bagi penerima beasiswa mengenali potensi diri, merumuskan tujuan pengembangan pribadi, serta menyusun komitmen yang akan dijalankan selama mengikuti program. Dengan pendekatan experiential learning, diskusi interaktif, team building, dan aktivitas reflektif, peserta diharapkan mampu memahami bahwa kepemimpinan dimulai dari kemampuan memimpin diri sendiri sebelum memberikan pengaruh kepada orang lain.
Rommi Adany Putra Afauly, pada Sesi Berbagi, menceritakan sepak terjangnya menggapai impian dan sukses membangun Sakola Kembara. Sama seperti YES, lewat Sekolah Kembara Rommi ingin memberikan kesempatan yang adil untuk pendidikan tinggi kepada seluruh anak Indonesia agar mereka bisa menggapai cita yang mereka impikan selama ini. YES, tukasnya, tidak membuat titik mulai para penerima beasiswa tiba-tiba sama dengan semua orang, Tetapi YES memberi tambahan pijakan untuk mengejar. Ia berpesan, titik mulai manusia yang satu dan manusia lain tidak lah sama, sebab itu langkah berikutnya tetap harus kita perjuangkan.

YES terus menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi muda unggul, berkarakter, dan siap menjadi pemimpin masa depan. Melalui sistem pembinaan yang terintegrasi, terang Yulianti, para pelajar tidak hanya dipersiapkan meraih prestasi akademik, tetapi juga dibentuk menjadi pribadi berakhlak mulia dan memiliki kepedulian terhadap sesama. Sebagai wujud keberhasilan program, para alumni YES sukses diterima di berbagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN) nasional maupun internasional.
Yulianti meyakini para penerima beasiswa YES akan menjadi pemimpin yang mampu memimpin diri sendiri, menginspirasi lingkungan sekitar, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan peradaban.