BAKTI NUSA Dorong Penguatan Leadership Project dan Pembinaan Penerima Beasiswanya

BAKTI NUSA Dorong Penguatan Leadership Project dan Pembinaan Penerima Beasiswanya

Denpasar — Beasiswa Aktivis Nusantara (BAKTI NUSA) melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) wilayah Bali sebagai bagian dari upaya memastikan efektivitas proses pembinaan serta perkembangan kapasitas kepemimpinan penerima BAKTI NUSA. Monev BAKTI NUSA wilayah Bali menjadi ruang evaluasi guna melihat perkembangan kepemimpinan penerima beasiswa, mengidentifikasi tantangan implementasi Leadership Project, serta merumuskan strategi pendampingan yang dibersamai Ricky Hardiansyah, Ketua BAKTI NUSA, dan Ihwanul Muslim, Manajer wilayah Bali.

 

 

Rangkaian kegiatan diawali Visit dan Observasi Leadership Project milik Priswati lewat komunitas Sagara Kita. Komunitas ini berfokus pada pembiasaan budaya ramah lingkungan sebagai upaya menjawab berbagai persoalan lingkungan yang semakin dekat dengan kehidupan masyarakat. Sagara Kita menjadi ruang edukasi dan praktik bagi anak muda untuk memahami keterkaitan antara aktivitas sehari-hari dengan kondisi lingkungan. Melalui pendekatan behavior change, peserta didorong untuk membangun kebiasaan sederhana yang minim menghasilkan limbah atau low waste lifestyle.

 

 

Hasil observasi menunjukkan bahwa masih terdapat sejumlah aspek yang perlu diperkuat agar Leadership Project dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan. Ricky Hardiansyah  memberikan beberapa catatan pengembangan, antara lain perlunya memperjelas target dan tujuan program melalui indikator keberhasilan yang terukur serta timeline yang lebih rinci. Pengelolaan tim juga perlu diperkuat agar pelaksanaan program tidak bergantung pada satu individu.

Selain itu, aktivitas program perlu disesuaikan dengan kapasitas sumber daya yang tersedia dan dilengkapi indikator keberhasilan yang mudah diukur. Konsistensi implementasi juga menjadi perhatian penting agar Leadership Project mampu memberikan dampak secara berkelanjutan.

Setelah observasi lapangan, rangkaian Monev dilanjutkan forum penerima beasiswa yang diikuti seluruh penerima BAKTI NUSA wilayah Bali. Forum diawali Training Value Kepemimpinan untuk memperkuat pemahaman mengenai karakter kepemimpinan yang berintegritas, adaptif, dan berdampak. Kegiatan kemudian dilanjutkan Refleksi Tengah Semester sebagai ruang bagi penerima beasiswa untuk mengevaluasi perjalanan pembinaan yang telah mereka jalani. Pada sesi tersebut, Manajemen Pusat memaparkan hasil Asesmen Perkembangan Kepemimpinan dengan membandingkan hasil asesmen awal dan asesmen tengah semester.

 

 

Hasil evaluasi menunjukkan bahwa satu dari tiga penerima beasiswa BAKTI NUSA Wilayah Bali mengalami peningkatan Indeks Kepemimpinan, sementara dua penerima beasiswa lainnya masih membutuhkan pendampingan yang lebih intensif. Temuan tersebut menjadi dasar untuk menyusun strategi pembinaan yang lebih personal sesuai dengan kebutuhan masing-masing penerima beasiswa.

 

 

Evaluasi juga dilakukan melalui Penilaian Publik, yang menjadi salah satu indikator keterlibatan penerima beasiswa dalam memberikan dampak di lingkungan sekitarnya. Dalam penilaian tersebut, Priswati memperoleh 19 responden, Febriyan Muji Hartini memperoleh 17 responden, sedangkan Anim memperoleh 41 responden. Jumlah responden ini menjadi salah satu gambaran mengenai keterjangkauan aktivitas kepemimpinan masing-masing penerima beasiswa kepada masyarakat.

 

 

Sementara itu, pengukuran dampak Leadership Project berdasarkan penilaian penerima manfaat menunjukkan hasil yang beragam. Leadership Project Priswati memperoleh 3 responden dengan nilai dampak 75,00; Leadership Project Febriyan Muji Hartini memperoleh 1 responden dengan nilai dampak 100,00; sedangkan Leadership Project Anim memperoleh 21 responden dengan nilai dampak 99,80.

 

 

Hasil tersebut menjadi pengingat bahwa kualitas evaluasi tidak hanya ditentukan oleh skor, tetapi juga oleh jumlah responden yang terlibat. Semakin banyak penerima manfaat yang memberikan penilaian, semakin kuat data yang diperoleh dalam menggambarkan dampak program. Karena itu, para penerima beasiswa didorong memperluas jangkauan penerima manfaat sekaligus meningkatkan dokumentasi terhadap perubahan dan dampak yang dihasilkan oleh Leadership Project.

 

Pelaksanaan Monev BAKTI NUSA wilayah Bali menjadi momentum penting memperoleh gambaran menyeluruh mengenai perkembangan penerima beasiswa, kualitas pembinaan, serta implementasi Leadership Project. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa setiap penerima beasiswa memiliki kebutuhan pengembangan berbeda. Karena itu, ke depannya strategi pembinaan akan diarahkan agar semakin personal, dengan memperhatikan hasil asesmen kepemimpinan, perkembangan Leadership Project, serta kebutuhan masing-masing penerima beasiswa.

 

Beberapa tindak lanjut yang dirumuskan meliputi penyusunan strategi pendampingan yang lebih personal, penguatan tujuan dan indikator keberhasilan Leadership Project, penguatan manajemen tim, peningkatan jumlah responden dalam Penilaian Publik dan Leadership Project Impact Survey, serta monitoring berkala terhadap implementasi rekomendasi hasil observasi.

 

Melalui proses evaluasi dan pendampingan yang berkelanjutan, BAKTI NUSA terus mendorong para penerima beasiswa untuk tidak hanya berkembang sebagai individu, tetapi juga mampu menghadirkan Leadership Project yang terarah, berdampak, dan berkelanjutan bagi masyarakat.

 

Monev Wilayah Bali menjadi bagian dari komitmen BAKTI NUSA untuk memastikan proses pembinaan melahirkan pemimpin muda yang berintegritas, adaptif, dan mampu menghadirkan perubahan nyata di tengah masyarakat.

 

Facebook
Twitter
LinkedIn

Slide
BAKTI NUSA Siap Lepas 57 Penerima Manfaatnya dalam National Mission Bogor – BAKTI NUSA…
Apresiasi National Mission 2021, Anies Baswedan: “Sebuah Semangat yang Amat Baik” Bogor – Apresiasi…
Will it be Worth It? Will it be Worth It? – Long story short,…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *