Antarkan 32 Penerima Beasiswanya Menapaki Langkah Menorehkan Kisah, Etos ID Gelar Compass Building Camp 2026

Bogor – Menguatkan semangat dan fondasi kepemudaan menghadapi dunia kampus, Etos ID yang mendorong mustahik menjadi muzakki serta melahirkan resilient leader berkarakter mengadakan Compass Building Camp (CBC) Nasional daring pada Minggu (13/09). CBC 2026, kata Dwi Nurfitriani, Ketua Etos ID, adalah kegiatan orientasi untuk menyambut 32 penerima beasiswa Etos ID 2026 dari Universitas Andalas Padang, Universitas Jambi, Universitas Tadulako Palu, Universitas Pattimura Ambon, dan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.
Mengangkat tema “Finding Your Direction: Menapaki Langkah, Menorehkan Kisah” CBC 2026 dimaknai sebagai awal perjalanan para penerima beasiswa menemukan arah, mengenali tujuan, dan memahami nilai yang menjadi kompas hidupnya. Selain sebagai momen orientasi, Dwi menambahkan, CBC 2026 juga sarana strategis mempererat hubungan antara sesama penerima beasiswa, fasilitator, alumni, hingga tokoh masyarakat.
Melalui interaksi yang hangat dan kegiatan kolaboratif yang dibersamai narasumber mumpuni seperti Dr. H. Anwar Hafid, M.Si., Gubernur Sulawesi Tengah; Suhandi Hasan, Administrative Assistant Penn State University dan Alumni Etos ID Ambon 2012; Mulyadi Saputra, Deputi Direktur 1 Pendidikan Dompet Dhuafa; Haryo Mojopahit, Managing Director Program Riset dan Budaya Dompet Dhuafa; dan Bayu Candra W, Ketua Beastudi Indonesia, CBC 2026 disinyalir mampu menumbuhkan rasa percaya diri, rasa memiliki, dan semangat kebersamaan para penerima beasiswa Etos ID.

Menyambut para penerima beasiswa Etos ID, Bayu Candra Winata menyampaikan jika setiap perubahan dimulai dari diri sendiri meskipun setiap manusia memiliki titik awal berbeda. Ia mengemukakan jika kesempatan yang para penerima beasiswa terima ialah amanah demi menciptakan dampak. Bayu mengajak penerima beasiswa Etos ID melihat sesuatu dari perspektif berbeda sehingga bisa mengenali kekuatan diri, mengubah permainan agar mereka mampu mengefektifkan kesempatan, berkontribusi, dan terus tumbuh meluaskan manfaat buat banyak orang.

Di sesi Pembicara Kunci Dr. H. Anwar Hafid, M.Si., mengapresiasi Etos ID yang menjadi wadah kaum muda memaksimalkan potensi dirinya. Ia ingin para penerima beasiswa menjadikan Etos ID wadah mengembangkan potensi, belajar bersosialisasi, dan melakukan kegiatan positif berdampak. Ia menegaskan jika pemuda mesti berilmu, sebab ilmu dapat mengubah nasib seseorang. Belajar dari pengalaman pribadi, timpalnya, satu-satunya yang bisa mengubah nasib manusia adalah pendidikan dan ilmu pengetahuan, baginya ilmu membuka peluang memperbaiki hidup lebih besar. Anwar pun memotivasi para penerima beasiswa Etos ID supaya bersungguh-sungguh menuntut ilmu karena tidak ada ilmu yang mubazir dan tak terpakai. Anwar berpesan, saatnya kenali potensi diri serta ambil peran sesuai kebutuhan dan kemampuan, ubah kesempatan dan proses pembelajaran menjadi kontribusi nyata yang memberikan manfaat bagi orang lain.

CBC 2026 bukan sekadar acara penyambutan, melainkan langkah awal menuju lahirnya generasi pemimpin muda tangguh, berkarakter, dan siap menjadi game changer. Hal tersebut di-aamiin-i Mulyadi Saputra pada Training Session: Value GREAT Edunesia, ia memaparkan bahwa pendidikan bukan sekadar jalan menuju kemajuan, tetapi penuntun arah agar perubahan tidak mencerabut makna. Ia mengemukakan, pendidikan adalah kekuatan pemuda untuk mengingat asal-usul-sekaligus berani membayangkan masa depan. Mulyadi yakin kelak para penerima beasiswa Etos ID bisa berubah menjadi pembawa manfaat dengan membangun kesadaran bahwa Etos ID ialah rumah tumbuh demi mewujudkan visi pendidikan GREAT Edunesia lewat kontribusi dan karya nyata.
Setiap langkah di proses pembinaan, kata Dwi, adalah ruang belajar, bertumbuh, dan membangun pengalaman bermakna. Melalui perjalanan tersebut, lanjutnya, para penerima beasiswa diharapkan mampu menorehkan kisah serta menghadirkan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.

Di sesi Find Your Way Out, Break The Cycle: Temukan arah, penerima beasiswa Etos ID diajak menavigasi kompetensi mereka bersama Haryo Majapahit. Menurut Haryo buat memutus rantai keterbatasan menuju masa depan, para penerima beasiswa butuh mempelajari rumus Navigasi = Aset x Portofolio x (+Vibes). Ia menjelaskan, pemuda perlu memiliki Aset dengan mengoptimalkan kemampuan yang diberikan Tuhan; selain itu agar profil semakin kuat, maka perlu memiliki Portofolio berupa karya untuk menggambarkan keahlian. Ia turut menambahkan (+Vibes) di mana menyebarkan energi positif memegang peranan penting melengkapi semuanya. Tak sampai di sana Haryo juga mendorong para penerima beasiswa menggunakan pendidikan untuk menciptakan perubahan lebih luas agar memutus siklus dan menciptakan siklus baru menjadi generasi yang tidak hanya berhasil keluar dari keterbatasan, tetapi mampu membuka akses, kesempatan, dan perubahan bagi orang lain.

Suhandi Hasan pada sesi Alumni Inspiring Talks: Menemukan Arah yang Benar, menakwilkan para penerima beasiswa Etos ID pentingnya mengenal tujuan hidup. Ia mengatakan, pemuda sejatinya mengenali potensi, bakat, minat, serta kekuatan akademik maupun non-akademik yang telah dianugerahkan Allah. Ia bercerita selama di Amerika rajin memanfaatkan kampus sebagai laboratorium untuk mengembangkan potensi tersebut secara maksimal. Sebagai alumni penerima beasiswa Etos ID ia mengingatkan bahwasanya Etos ID merupakan amanah via zakat dan infak dari masyarakat, sehingga para penerima beasiswa mesti menyadari di balik fasilitas yang diterima, terdapat doa dan harapan besar agar mereka mampu membawa perubahan sekaligus kontribusi nyata.
Sebagai beasiswa sarjana yang menekankan improvement dan development kapasitas diri para pemuda, lewat CBC 2026, Etos ID berikhtiar menanamkan nilai kepemimpinan, kemandirian, dan kepedulian sosial guna menghadapi tantangan di masa depan. Kegiatan ini, tandas Dwi, merupakan momentum penting sekaligus gerbang awal bagi penerima beasiswa baru buat mengenal lebih dekat nilai, budaya, serta keluarga besar Etos ID yang akan menemani perjalanan selama menempuh pendidikan.


