Tak Ingin UMKM Lokal Tertinggal, Riswan Hadirkan Platform DekatLokal
Makassar – Tumbuh dan besar di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Riswan Ramadhan, penerima Beasiswa Aktivis Nusantara (BAKTI NUSA), lahir dari keluarga sederhana yang mengajarkannya arti kerja keras sejak dini. Ia terbiasa melihat orang-orang di sekitarnya, khususnya para pelaku UMKM, berjuang setiap hari untuk mempertahankan usahanya ditengah berbagai keterbatasan. Pemandangan itu diam-diam membentuk empatinya terhadap masyarakat kecil yang terus berusaha bertahan hidup.
Namun, setelah menimba ilmu di Universitas Hasanuddin jurusan Teknik Informatika, Riswan justru semakin sadar bahwa masih banyak UMKM di daerahnya yang belum tersentuh digitalisasi. Pengalaman melihat kesenjangan itu membentuk cara pandangnya hingga hari ini bahwa teknologi seharusnya hadir bukan hanya untuk kemajuan industri besar, tetapi juga untuk membantu usaha kecil di daerah agar tetap tumbuh dan tidak tertinggal.
Meski sejak kecil ia sudah akrab dengan realitas para pelaku UMKM di kampung halamannya, kesadaran bahwa isu ini harus diperjuangkan benar-benar tumbuh ketika ia menjalani program magang di Rumah BUMN Makassar. Di sana, Riswan ditempatkan pada divisi digital marketing dan diberi tanggung jawab untuk mendengar langsung berbagai keluhan para pelaku UMKM sekaligus membantu mencari solusi atas tantangan mereka.
Setiap keluhan yang ia dengar membuatnya semakin sadar bahwa persoalan UMKM bukan soal kurangnya semangat, tetapi kurangnya akses, pendampingan, dan solusi yang tepat. Dari pengalaman itulah, Riswan melihat bahwa kemampuan teknologinya bisa menjadi jawaban nyata. Keresahan yang dulu hanya ia rasakan, kini berubah menjadi aksi nyata melalui DekatLokal sebuah platform yang ia bangun untuk membantu UMKM lokal beradaptasi, berkembang, dan bertahan di era digital.
Saat membangun DekatLokal, Riswan menyadari bahwa membangun solusi tidak cukup hanya dengan kemampuan teknis. Dibutuhkan kapasitas kepemimpinan, jejaring yang kuat, serta ruang belajar yang dapat membantunya bertumbuh sebagai individu sekaligus anak muda yang membawa dampak sosial. Kesadaran itulah yang mendorongnya bergabung dengan BAKTI NUSA.
Bergabung di BAKTI NUSA mempertemukannya dengan banyak mentor, pembelajaran, dan rekan-rekan inspiratif dari berbagai daerah yang memiliki keresahan sosial masing-masing. Dari sana, Riswan belajar bahwa kepemimpinan bukan tentang berjalan paling depan sendirian, tetapi tentang bagaimana menghadirkan manfaat yang lebih luas melalui kolaborasi dan keberlanjutan.
Salah satu nilai yang paling membekas baginya adalah bahwa setiap ilmu dan pencapaian harus kembali memberi manfaat bagi masyarakat. Nilai itu semakin memperkuat langkahnya dalam membangun DekatLokal. Kini, ia tidak hanya berpikir tentang membangun startup, tetapi juga tentang menciptakan ekosistem yang benar-benar mampu membantu UMKM lokal tumbuh secara berkelanjutan.

Berangkat dari keresahan yang sering Riswan temui di lapangan, DekatLokal hadir menjawab satu masalah besar UMKM. Banyak yang ingin berkembang secara digital, tetapi bingung harus mulai dari mana dan tidak mengetahui posisi bisnis mereka saat ini. Menurutnya jika UMKM adalah tulang punggung ekonomi, maka teknologi harus menjadi jalan agar mereka bisa lebih kuat untuk berdiri.
Di DekatLokal ia membangun sistem digital readiness assessment guna membantu UMKM mengukur kesiapan digital bisnis dan mendapatkan solusi sesuai kebutuhan. Melalui DekatLokal, Riswan Ramadhan ingin memastikan UMKM lokal tidak lagi tertinggal dalam arus digitalisasi. Dengan target menghadirkan 50 website gratis untuk UMKM di Sulawesi Selatan, program ini kini telah berjalan dan penerima manfaatnya sudah tersebar di berbagai daerah.
Ke depan, Riswan ingin mengembangkan DekatLokal menjadi platform software house yang ramah bagi UMKM lokal sekaligus membantu memahami posisi bisnis UMKLM agar bertumbuh sesuai kesiapan masing-masing.
