Syakinah Jamustiara Raih Gold Medal dan Juara Harapan 3 Nusantara Writing Festival Lewat Inovasi Pangan Fungsional CASADICU
Kendari – Syakinah Jamustiara, penerima beasiswa Etos ID sekaligus mahasiswi program studi Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Halu Oleo berhasil membawa pulang Gold Medal dan Juara Harapan 3 di ajang bergengsi Nusantara Writing Festival 5 yang digelar di Malang.
Mengangkat CASADICU: Inovasi Pangan Fungsional Berbasis Caesalpinia sappan L dan Dioscorea esculenta L sebagai Solusi Regulasi Nafsu Makan pada Anak Obesitas, Syakinah mengaku inovasi tersbut lahir dari keprihatinannya terhadap meningkatnya angka obesitas pada anak di Indonesia. Menurutnya hal ini yang kerap luput dari perhatian, padahal dampaknya terhadap kesehatan sangat serius. Berpijak pada potensi bahan pangan lokal, Syakinah meyakini bahwa solusi terbaik tidak selalu harus datang dari luar, melainkan bisa ditemukan dari kekayaan alam yang selama ini ada di sekitar.
Dalam karyanya, Syakinah mengeksplorasi potensi dua tanaman lokal yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal, yakni secang (Caesalpinia sappan L) dan gembili (Dioscorea esculenta L), yang diformulasikan menjadi produk pangan fungsional yang tidak hanya bergizi, tetapi juga berperan mengatur nafsu makan pada anak obesitas. Secang dipilih karena kandungan senyawa aktifnya yang telah terbukti memiliki efek antiinflamasi dan antioksidan, sementara gembili dikenal kaya serat dan pati resisten yang berpotensi memberikan efek kenyang lebih lama. Keduanya diformulasikan secara ilmiah menjadi produk yang relevan, terjangkau, dan mudah diterima anak-anak.
Pencapaiannya bukan sekadar pencapaian pribadi, melainkan bukti bahwa riset berbasis bahan pangan lokal mampu bersaing dan diakui di tingkat nasional. Gagasannya dinilai menyentuh persoalan yang nyata dikarenakan obesitas pada anak bukan lagi isu marginal, melainkan krisis gizi yang membutuhkan solusi konkret, bukan sekedar imbauan pola makan.
Syakinah sendiri berharap CASADICU dapat melangkah lebih jauh dari selembar karya tulis. Baginya, ilmu yang dipelajari di bangku kuliah baru benar-benar hidup ketika ia turun dan menyentuh kehidupan orang banyak. Ia ingin inovasi ini kelak benar-benar hadir di tangan masyarakat sebagai produk yang bisa diakses, terjangkau, dan dipercaya terutama oleh para orang tua yang tengah berjuang membantu anak-anak mereka tumbuh lebih sehat.