Gadang Konsep Bakuyuh, Ahmad Siap Menjadi Duta Bahasa Kalimantan Selatan 2026
Banjarmasin – Setelah sukses memboyong Silver Medal, Presentasi Terbaik, dan Favorite Poster di National Writing Competition dan Juara 3 Business Model Canvas pada ajang Innobiz Challenge. Ahmad Dailami, penerima beasiswa Etos ID dan mahasiswa Univeritas Lambung Mangkurat, kembali memaksimalkan potensinya mengikuti Duta Bahasa Kalimantan Selatan 2026.
Menurut Ahmad, di era digital yang serba cepat, bahasa dan sastra bukan sekadar warisan, melainkan kompas agar pemuda tak kehilangan arah. Ahmad hendak memastikan sastra lisan Banjar tidak tenggelam oleh zaman, melainkan terus hidup dan berlayar di ekosistem digital yang tak terbatas.
Menjadi Duta Bahasa, buat Ahmad, adalah peran untuk “bakayuh” atau mendayung bersama masyarakat guna menjembatani kesenjangan literasi melalui inovasi yang inklusif. Selain itu ia mengemukakan jika ingin mengenalkan Trigatra Bangun Bahasa: utamakan bahasa Indonesia, lestarikan bahasa daerah, dan kuasai bahasa, kepada para pemuda. Kegiatan yang diselenggarakan Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Selatan bekerja sama dengan Ikatan Alumni (IKA) Duta Bahasa Kalimantan Selatan, tambah Ahmad, akan mendorong penguatan penggunaan bahasa Indonesia dan pelestarian bahasa daerah.
Dengan tekad kuat, Ahmad siap menjadi teladan dalam menggunakan dan membanggakan bahasa daerah sesuai program Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, menjadi agen perubahan dan penggerak kebanggaan berbahasa Indonesia, dan menjadi jembatan komunikasi global, terutama dalam forum nasional dan internasional.