ADAB Project CLEAR: Dari Kelas Informatika, Sigit Tumbuhkan Generasi Peduli Energi dan Teknologi
Probolinggo – Lahirkan aksi nyata serta membangun kebiasaan positif di kelas, Sigit Hadi Waluyo, Guru Kelas Informatika sekaligus Pelaksana ADAB Project berbasis Climate Learning Exploration & Action with Reflection (CLEAR) di SMAN 4 Probolinggo, berusaha mengubah ruang belajar menjadi ruang lahirnya inovasi ramah lingkungan lewat Arduino Innovation: Lamp Intelligent Harmony Technology.
Sigit yang telah mengajar kelas informatika selama 13 tahun mengatakan ada satu masalah yang terus berulang di kelas yakni lampu, kipas, dan proyektor dibiarkan menyala setelah kelas selesai. Ia merasa hal tersebut bukan sekadar masalah teknis melainkan tanggung jawab moral untuk mengajak siswa lebih peduli terhadap energi.
Bagi Sigit guru bukan sekadar pengajar, tapi pemimpin perubahan dan siswa harus dilibatkan sebagai pelaku kebaikan untuk bumi. Ia bercerita bahwa suatu hari ia bertanya di kelas: “Hari ini kok terasa panas ya? Kenapa bisa begitu?” ternyata pertanyaan sederhana itu memantik rasa ingin tahu luar biasa dari siswa-siswanya.
Melalui program ADAB Project berbasi CLEAR ia mengaku sudut pandangnya berubah, menurutnya teknologi dan alam ialah kunci lahirnya peradaban mulia. Sebab itulah ia mengajak siswa-siswanya turun langsung untuk mengamati, memotret, mencatat masalah lalu mencari solusi menggunakan teknologi Program Arduino Uno, membuat lampu pintar hemat energi, sistem peringatan dini, membuat sensor otomatis, dan mengoptimalkan proyek teknologi mitigasi perubahan iklim.
Dari panasnya kelas, lahir teknologi yang mendinginkan bumi. Sigit membuktikan jika perubahan besar bisa lahir dari kelas sederhana, guru yang peduli, dan siswa yang mau bergerak. Sekarang, tambah Sigit, energi di kelas tidak lagi terbuang sia-sia, siswa lebih bijak menggunakan listrik, dan kesadaran lingkungan siswa tumbuh alami.
Sigit menjelaskan di ADAB Project berbasis CLEAR siswanya bukan hanya belajar teknologi tetapi juga belajar mencintai bumi. Ia berharap Inovasi tersebut dapat dipresentasikan ke masyarakat, dipasang di kantor kelurahan, dan menjadi pemantik lahirnya inovasi lain baik dari siswa maupun guru.