Sekolah Literasi Indonesia Teguhkan Literasi Sebagai Gerakan Pemberdayaan di Kota Saksi Sejarah Pancasila

Sekolah Literasi Indonesia Teguhkan Literasi Sebagai Gerakan Pemberdayaan di Kota Saksi Sejarah Pancasila

Nusa Tenggara Timur — Di tanah yang menjadi ruang perenungan lahirnya nilai-nilai Pancasila, gerakan literasi kembali ditegaskan sebagai kekuatan pemberdayaan masyarakat. Sekolah Literasi Indonesia (SLI) memperkuat kolaborasi literasi bersama Taman Baca Masyarakat (TBM) Rumah Kreatif Sahabat Nusantara dan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ende.

 

Ketua Sekolah Guru Literasi Transformasi, Muh. Shirli Gumilang, menegaskan bahwa literasi harus dimaknai sebagai instrumen perubahan sosial, Kota Ende, Nusa Tengara Timur, dipilih karena memiliki nilai sejarah sebagai tempat perenungan Soekarno dalam merumuskan dasar-dasar kebangsaan. Semangat itulah yang kini ingin dihidupkan kembali melalui gerakan literasi yang tidak berhenti pada aktivitas membaca dan menulis semata.

 

Menurut Shirli, literasi bukan sekadar tempat bermain atau ruang baca tulis, literasi adalah wadah pemberdayaan, di dalamnya ada proses membangun cara berpikir kritis, membentuk karakter, meningkatkan kapasitas guru, serta menggerakkan masyarakat untuk mandiri dan berdaya.

 

Ia menambahkan bahwa di daerah dengan jejak sejarah kebangsaan seperti Ende, literasi harus menjadi gerakan peradaban — membangun kesadaran sosial, ekonomi, dan pendidikan masyarakat secara menyeluruh.

 

Dari pihak TBM, Hifni Djafar menyampaikan komitmen menjadikan TBM sebagai ruang tumbuh bersama masyarakat. Tidak hanya menghadirkan buku, tetapi juga pelatihan, diskusi, dan kegiatan produktif yang berdampak langsung pada peningkatan kapasitas anak dan warga sekitar.

 

Sementara itu, Lambertus S. Sare dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ende menyatakan dukungan pemerintah daerah terhadap kolaborasi ini. Ia menekankan pentingnya sinergi antara komunitas, lembaga pendidikan, dan pemerintah dalam membangun budaya literasi yang berkelanjutan.

 

Pertemuan ini menjadi langkah awal penyusunan program bersama, meliputi pelatihan guru, penguatan kapasitas pegiat TBM, pengembangan media literasi berbasis kebutuhan lokal, hingga kampanye membaca dan kegiatan pemberdayaan masyarakat.

 

Kolaborasi ini menegaskan bahwa di Kota Ende — yang menjadi saksi sejarah lahirnya nilai-nilai Pancasila — literasi terus bergerak sebagai kekuatan transformatif. Bukan sekadar ruang membaca, tetapi ruang membangun manusia, menguatkan komunitas, dan menumbuhkan harapan masa depan.

Facebook
Twitter
LinkedIn

Slide
BAKTI NUSA Siap Lepas 57 Penerima Manfaatnya dalam National Mission Bogor – BAKTI NUSA…
Apresiasi National Mission 2021, Anies Baswedan: “Sebuah Semangat yang Amat Baik” Bogor – Apresiasi…
Will it be Worth It? Will it be Worth It? – Long story short,…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *