ParagonCorp Gandeng Institut Kemandirian Dompet Dhuafa dan Arfa Barber Academy: Ciptakan Harapan Baru Lewat Pelatihan Barber Profesional di Yogyakarta
Yogyakarta – Sebanyak 15 peserta terpilih resmi memulai Profesional Barber Training di Yogyakarta. Program ini menjadi salah satu jurusan unggulan dalam Paradaya Movement, hasil kolaborasi PT Paragon Corp dan Dompet Dhuafa melalui Institut Kemandirian, yang bekerja sama dengan Arfa Barber Academy sebagai mitra pelatihan.
Para peserta yang hadir bukanlah pemuda biasa. Mereka berhasil melewati proses seleksi ketat untuk bisa bergabung dalam pelatihan ini. Keberhasilan ini sekaligus menjadi pintu masuk untuk mengubah nasib, dari yang semula belum memiliki keterampilan, kini berkesempatan menjadi barberman profesional dengan standar industri.
Pelatihan berlangsung selama dua bulan dengan kurikulum yang menyeimbangkan keterampilan teknis (hardskill) dan penguatan karakter (softskill). Peserta dibekali teknik mencukur profesional sekaligus nilai kedisiplinan, kejujuran, dan etika kerja.
“Saya berharap para peserta tidak hanya terampil dalam teknik cukur, tetapi juga mampu membangun semangat wirausaha. Pelatihan ini adalah langkah awal untuk membuka peluang kerja dan membangun masa depan yang lebih mandiri,” ujar Sri Apriyanti, Manager Program Development Institut Kemandirian.
Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Yogyakarta, M. Zahron, menekankan pentingnya peran peserta sebagai agen perubahan. “Kami tidak ingin peserta hanya dapat ilmu, tapi bisa menjadi agen perubahan di daerah masing-masing. Tidak cukup hanya diam—untuk ubah nasib, kita harus bergerak,” ujarnya.
Sementara itu, Ira Sumantri, General Manager Arfa Sukses Mulia, menambahkan, “Kami siap membuka ruang belajar bagi para peserta. Namun yang paling penting adalah kejujuran dan attitude. Keterampilan bisa diasah, karakter tidak bisa dibeli.”
Hari pembukaan juga diisi dengan sesi berbagi pengalaman dari alumni batch pertama. Azzam, yang kini bekerja sebagai barberman profesional, mengatakan, “Institut Kemandirian Dompet Dhuafa mengubah hidup saya. Bukan hanya belajar mencukur, tapi juga belajar mewujudkan mimpi”.
Alumni lainnya, Dian, menyampaikan pengalaman serupa. “Pelatihan ini menguatkan mental saya. Kini saya bisa bantu keluarga dan punya penghasilan tetap,” ujarnya.
Hingga bulan Agustus ini, peserta telah menjalani rangkaian pembelajaran hard skill berupa teknik mencukur profesional, serta soft skill yang mencakup kedisiplinan, etika kerja, dan kejujuran.
Untuk mengasah keterampilan, setiap peserta ditargetkan memangkas sedikitnya 200 kepala rambut selama masa pelatihan. Proses ini dilakukan dengan pendampingan instruktur agar mereka terbiasa menghadapi berbagai karakter pelanggan dan standar pelayanan profesional.
Dalam mencapai target tersebut, para peserta juga aktif mengikuti kegiatan bakti sosial. Mereka memberikan layanan cukur gratis di acara masjid, kegiatan santunan anak yatim, hingga mendukung berbagai acara masyarakat. Selain sebagai sarana latihan, kegiatan ini juga menjadi bentuk kontribusi nyata peserta bagi lingkungan sekitar.
Setelah menyelesaikan pelatihan, seluruh peserta akan ditempatkan bekerja di gerai resmi Arfa Barber Academy, sebuah jaminan keberlanjutan yang memperkuat arah program menuju kemandirian ekonomi.
Kehadiran Profesional Barber Training di Yogyakarta menjadi bukti nyata sinergi multipihak dalam membuka akses kemandirian bagi generasi muda. Dengan kurikulum yang seimbang, target praktik yang terukur, serta penempatan kerja, program ini diharapkan mampu mencetak barberman profesional sekaligus pengusaha muda mandiri.
Program Paradaya Movement sendiri bertujuan memperluas akses kemandirian ekonomi masyarakat melalui pendidikan vokasi. Dengan semangat kolaborasi dan dukungan nyata, Yogyakarta kini menjadi saksi lahirnya generasi baru barberman yang tidak hanya piawai memegang gunting, tetapi juga siap memotong rantai kemiskinan melalui keterampilan, etika, dan kemandirian.