Tingkatkan Literasi Beasiswa, Kuliah Tak Gentar Gelar Scholar Talk 2026 Hari Pertama

Tingkatkan Literasi Beasiswa, Kuliah Tak Gentar Gelar Scholar Talk 2026 Hari Pertama

 

 

Bogor – Mendorong pemuda agar lebih percaya diri dalam mempersiapkan dan mengikuti proses seleksi beasiswa melalui pembelajaran aplikatif dan berbasis pengalaman, Kuliah Tak Gentar (KTG) melalui Divisi Program menyelenggarakan Scholar Talk 2026 bertajuk Beyond Limits: Navigating Your Scholarship Success hari pertama daring.

 

 

 

Menurut Rista Damayanti, Koordinator KTG, kegiatan ini dirancang sebagai ruang belajar bagi siswa kelas XII SMA/sederajat, peserta gap year, serta mahasiswa untuk mengenal lebih dekat dunia beasiswa. Melalui kegiatan tersebut, kata Rista, peserta akan memperoleh pemahaman mengenai berbagai jenis beasiswa, strategi menghadapi proses seleksi, penyusunan motivation letter dan essay, pembuatan curriculum vitae (CV), hingga persiapan menghadapi wawancara beasiswa.

 

 

 

Dibersamai Rismayanti, S.H., M.H., Alumni Etos ID &  Founder Konsultanedu dan Haryo Mojopahit, Kepala Organ TEACH (Transformative Education Hub) GREAT Edunesia Dompet Dhuafa, Scholar Talk 2026 tak hanya memberikan pengenalan kepada para peserta, tetapi juga membekali peserta dengan wawasan strategis dalam mencari, menganalisis, dan menentukan program beasiswa yang sesuai dengan latar belakang, pengalaman, serta tujuan pendidikan masing-masing.

Haryo Mojopahit dalam sesinya mengatakan jika kuliah untuk sebagian besar orang Indonesia adalah sebuah kemewahan. Ia menyampaikan kepada para peserta Rumus KTG. Sukses Kuliah Tak Gentar: Aset x Portofolio x Tes; Aset untuk mengenal diri, agar para peserta bisa menggali yang menjadi kekuatan serta tujuan mereka. Kemudian ia menambahkan portofolio supaya para peserta memiliki karya, prestasi, dan pencapaian. Terakhir ia ingin para peserta mengikuti Tes berupa seleksi ketika pemahaman diri mereka telah meningkat agar tahu apakah kapasitas diri ketika mendaftar beasiswa.

 

 

Sementara itu Rismayanti menjelaskan, beasiswa bukan tentang siapa yang paling pintar, namun bagaimana memaksimalkan potensi, kontribusi, hingga kemauan berjuang. Ia memaparkan tips paling berdampak untuknya seperti mentukan tujuan hidup, mencari tahu apa yang dicari beasiswa, mempersiapkan diri jauh sebelum pendaftaran, memperbaiki kekurangan, jangan mengeluh, dan berusaha maksimal serta bertawakal. Risma berpesan kalau ia yang bukan ranking satu, berasal dari keluarga sederhana, dan memiliki banyak keterbatasan bisa mendapatkan beasiswa terbaik, maka para peserta pun bisa. Ia ingin para peserta Scholar Talk 2026 mulai mempersiapkan diri dari sekarang.

 

 

Scholar Talk 2026, tukas Rista, ialah bentuk kontribusi KTG meningkatkan literasi beasiswa di kalangan pelajar dan mahasiswa. Ia meyakini kegiatan inspiratif itu akan mengoptimalkan potensi para peserti kaena mereka tidak hanya memperoleh pengetahuan teoritis, melainkan juga membuka kesempatan mempraktikkan materi yang telah dipelajari secara langsung agar impian mereka tercapai.

Facebook
Twitter
LinkedIn

Slide
BAKTI NUSA Siap Lepas 57 Penerima Manfaatnya dalam National Mission Bogor – BAKTI NUSA…
Apresiasi National Mission 2021, Anies Baswedan: “Sebuah Semangat yang Amat Baik” Bogor – Apresiasi…
Will it be Worth It? Will it be Worth It? – Long story short,…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *