Syahputri, dari Menyunting Naskah Sampai Menemukan Ruang Bertumbuh
Medan – Kegemarannya menyunting tulisan membawa Syahputri Mariani Hasibuan, mengikuti Lomba Penyuntingan Naskah dalam Festival Literasi Sumatera Utara 2026. Sebagai penerima beasiswa Etos ID, ia melihat berbagai pengalaman di luar kuliah sebagai bagian dari proses mengenal kemampuan diri dan membuka ruang belajar yang baru
Putri, panggilan akrabnya, mengatakan jika sebuah kesempatan tidak selalu datang dalam bentuk yang besar; terkadang kesempatan justru hadir dari hal sederhana yang mendorong seseorang untuk mencoba sesuatu yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Ia mengatakan ketika menemukan informasi mengenai lomba penyuntingan naskah, rasa ingin tahu membuatnya memutuskan mendaftar.
Baginya, kesempatan itu menarik karena penyuntingan merupakan bidang yang membutuhkan kecermatan, tetapi jarang mendapat tempat dalam kompetisi literasi. Menyunting bukan sekadar menemukan kesalahan dalam sebuah tulisan. Ada proses memahami gagasan, menjaga maksud penulis, dan memastikan setiap bagian tersampaikan dengan baik. Karena itu, Putri berusaha tidak terburu-buru dalam mengerjakan naskah. Ia terlebih dahulu memahami keseluruhan cerita sebelum menentukan bagian yang perlu diperbaiki. Setiap pilihan penyuntingan dilakukan dengan mempertimbangkan ketepatan bahasa dan keutuhan tulisan.
Berkat keuletan serta ketelitiannya, Putri berhasil meraih Juara 2 Lomba Penyuntingan Naskah tingkat Provinsi dalam Festival Literasi Sumatera Utara 2026. Capaian itu, ujarnya, menjadi salah satu pengalaman yang memperkuat keyakinannya bahwa kemampuan bisa terus berkembang saat seseorang bersedia keluar dari zona nyaman dan mengambil kesempatan untuk mencoba.
Putri berharap pengalaman yang diperolehnya dapat menjadi dorongan bagi generasi muda untuk tidak melewatkan kesempatan. Ia meyampaikan, mengikuti kompetisi bukan hanya tentang meraih juara; ada proses belajar, keberanian mencoba, pengalaman baru, dan kesempatan untuk mengenal diri sendiri dengan lebih baik.