RAKERNAS Etos ID 2026: Memaknai Laku, Menguatkan Kolaborasi, dan Menumbuhkan Daya Implementasi Program

Malang — GREAT Edunesia melalui program Etos ID menyelenggarakan Rapat Kerja Nasional (RAKERNAS) Etos ID 2026 sebagai ruang konsolidasi, pembelajaran, dan penguatan kapasitas fasilitator dalam menjalankan pembinaan bagi penerima beasiswa Etos ID di setiap wilayah.
RAKERNAS Etos ID Mengusung tema “Memaknai Laku—Menumbuhkan Daya, Laku Bertumbuh—Daya Bertambah”, kegiatan yang berlangsung selama empat hari tiga malam ini mempertemukan para 27 fasilitator dari berbagai wilayah untuk menyelaraskan perspektif, berbagi pengalaman, serta memperkuat strategi implementasi Etos ID.

Dwi Nurftriani, Ketua Etos ID, mengatakan RAKERNAS Etos ID 2026 ialah momentum merefleksikan peran fasilitator sebagai bagian penting dalam proses pembinaan Etoser -sebutan penerima beasiswa Etos ID-. Melalui forum ini, tambah Dwi, para fasilitator tidak hanya diajak memahami arah dan kerangka program secara lebih utuh, tetapi juga mengidentifikasi tantangan di lapangan serta memperkaya pendekatan pembinaan yang relevan dengan kebutuhan penerima manfaat dan kondisi masing-masing wilayah.
Salah satu agenda utama RAKERNAS adalah sesi “Memaknai Laku—Menumbuhkan Daya, Laku Bertumbuh—Daya Bertambah” yang mengajak fasilitator merefleksikan hubungan antara nilai, proses pembelajaran, dan kapasitas untuk bertumbuh. Penguatan tersebut dilanjutkan dengan Bedah Profil Etos ID serta pembahasan kondisi objektif dan ruang lingkup implementasi kurikulum. Melalui sesi-sesi itu, peserta memperoleh ruang menyamakan pemahaman mengenai arah pembinaan sekaligus mendiskusikan penerapannya dalam konteks wilayah yang beragam. Pembahasan kemudian diperdalam melalui Bedah Model Pembinaan dan Case Clinic, yang memberikan ruang bagi peserta untuk mengkaji situasi, mengidentifikasi persoalan, serta mendiskusikan alternatif pendekatan dalam pelaksanaan pembinaan. Proses ini, kata Dwi, menjadi kesempatan untuk mempertemukan perspektif dan pengalaman antar fasilitator, sehingga tantangan yang dihadapi di satu wilayah dapat menjadi sumber pembelajaran bagi wilayah lainnya.
Semangat saling belajar juga hadir melalui Facilitator Talent Exchange, Review Draft Antologi, dan Museum of Learning. Ketiga agenda tersebut menjadi ruang untuk mengenali potensi fasilitator, mendokumentasikan pengalaman, serta mengapresiasi praktik dan proses pembelajaran yang telah dijalankan. Berbagai pengalaman lapangan diharapkan tidak berhenti sebagai pengetahuan individual, tetapi dapat dibagikan dan dikembangkan menjadi referensi bersama bagi peningkatan kualitas pembinaan Etos ID.
Selain memperkuat pemahaman dan kapasitas, RAKERNAS Etos ID 2026 turut memberikan perhatian pada pertukaran praktik baik dari berbagai wilayah. Melalui presentasi best practice wilayah, para fasilitator membagikan pengalaman, strategi, dan pembelajaran dari pelaksanaan program di lapangan. Forum ini membuka peluang untuk mengenali pendekatan yang relevan, memahami tantangan implementasi, serta mengidentifikasi praktik yang berpotensi diadaptasi sesuai kebutuhan wilayah masing-masing.
Pembelajaran tersebut menjadi landasan bagi sesi Reflection Strategic Planning Implementation dan penyusunan rencana implementasi program. Pada tahap ini, peserta diajak menghubungkan hasil diskusi dan refleksi dengan langkah tindak lanjut yang lebih konkret. Dengan demikian, RAKERNAS tidak hanya menjadi ruang pertukaran gagasan, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat kesiapan fasilitator dalam menerjemahkan hasil pembelajaran menjadi pelaksanaan program yang lebih terencana dan terukur.
Di samping agenda penguatan kapasitas, RAKERNAS juga menghadirkan dinamika kelompok, aktivitas team building, pentas seni, dan malam keakraban fasilitator. Rangkaian ini menjadi ruang untuk membangun kedekatan, menumbuhkan kepercayaan, serta memperkuat hubungan antar fasilitator lintas wilayah. Interaksi yang terbangun di luar sesi formal diharapkan dapat memperkuat semangat kolaborasi dan membuka ruang komunikasi yang lebih terbuka dalam pelaksanaan program.
Kehadiran ruang kebersamaan tersebut menegaskan bahwa penguatan program tidak hanya bertumpu pada pemahaman terhadap kurikulum dan strategi kerja, tetapi juga pada kualitas hubungan antar pelaksana. Kolaborasi yang baik menjadi modal penting untuk saling mendukung, berbagi sumber daya pengetahuan, dan menghadapi tantangan pembinaan secara bersama-sama.
Melalui RAKERNAS Etos ID 2026, Dwi berharap para fasilitator dapat membawa pulang lebih dari sekadar pengetahuan dan pengalaman kegiatan. Kesamaan perspektif, praktik baik yang dibagikan, serta rencana implementasi yang dirumuskan diharapkan menjadi bekal untuk meningkatkan kualitas pembinaan di setiap wilayah.
Sejalan dengan tema “Memaknai Laku—Menumbuhkan Daya, Laku Bertumbuh—Daya Bertambah”, RAKERNAS menjadi pengingat bahwa pertumbuhan berawal dari kesediaan untuk merefleksikan proses, belajar dari pengalaman, dan memperbaiki cara kerja secara berkelanjutan. Dengan semangat tersebut, Etos ID berkomitmen untuk terus menumbuhkan kapasitas fasilitator, memperkuat kolaborasi lintas wilayah, dan menghadirkan pembinaan yang semakin relevan bagi perjalanan tumbuh Etoser sebagai generasi tangguh, berdaya, dan berkontribusi bagi masyarakat.


