Puncak Perjalanan Empat Tahun Pembinaan, Etos ID Samarinda Gelar Lepas Juang

Puncak Perjalanan Empat Tahun Pembinaan, Etos ID Samarinda Gelar Lepas Juang

Samarinda – Tujuh penerima beasiswa Etos ID Samarinda Angkatan 2022 resmi dikukuhkan sebagai alumni setelah menuntaskan empat tahun masa pembinaan. Mereka kini bersiap membawa bekal pendidikan, kepemimpinan, dan berkiprah di masyarakat.

 

Prosesi Lepas Juang Penerima Manfaat Beasiswa Etos ID Samarinda digelar GREAT Edunesia Dompet Dhuafa di Ruang Teater Gedung Prof. H. Masjaya, Universitas Mulawarman (Unmul). Pelepasan tersebut menandai berakhirnya masa beasiswa dan pembinaan bagi tujuh mahasiswa angkatan 2022. Setelah menyelesaikan program, mereka akan melanjutkan perjalanan karier maupun pendidikan ke jenjang lebih tinggi.

 

Kepala Cabang Dompet Dhuafa Samarinda, Muhammad Ali Husni, mengatakan Beasiswa Etos ID menjadi salah satu program pengembangan sumber daya manusia yang telah berjalan sejak 2009. Menurutnya, penerima beasiswa tidak hanya memperoleh dukungan pendidikan. Mereka juga menjalani pembinaan karakter dan kepemimpinan sebagai bekal menghadapi tantangan setelah menyelesaikan masa perkuliahan.

 

Fasilitator Etos ID Samarinda, M. Dicky Rahman, mengatakan pelepasan tersebut menjadi puncak perjalanan empat tahun pembinaan yang dijalani tujuh penerima beasiswa. Mengusung tema “Struggle to Legacy”, para penerima beasiswa telah melewati berbagai proses pengembangan diri sebelum akhirnya dilepas untuk melanjutkan pengabdian di tengah masyarakat.

 

Dicky menegaskan, Etos ID tidak sekadar memberikan dukungan pendidikan. Program tersebut juga diarahkan untuk mencetak sumber daya manusia berkualitas yang mampu berkontribusi terhadap pembangunan daerah. Selama empat tahun pembinaan, tujuh penerima beasiswa angkatan 2022 mencatatkan sederet prestasi. Mereka meraih delapan prestasi tingkat kampus, tiga tingkat wilayah, 12 tingkat nasional, dan dua tingkat internasional.

 

Para penerima beasiswa juga menghasilkan dua publikasi ilmiah dengan rata-rata indeks prestasi kumulatif (IPK) mencapai 3,65. Tiga di antaranya telah menyelesaikan pendidikan sarjana.

 

Salah satu penerima beasiswa sekaligus lulusan terbaik, Nur Halimah, mengaku Etos ID memiliki peran besar dalam perjalanan pendidikannya. Program tersebut mendukung dirinya sejak lulus SMA hingga berhasil menyelesaikan pendidikan sarjana. Bagi Nur, Etos ID bukan sekadar program beasiswa. Pembinaan yang dijalaninya menjadi ruang untuk belajar, berkembang, dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan setelah meninggalkan bangku kuliah.

Facebook
Twitter
LinkedIn

Slide
BAKTI NUSA Siap Lepas 57 Penerima Manfaatnya dalam National Mission Bogor – BAKTI NUSA…
Apresiasi National Mission 2021, Anies Baswedan: “Sebuah Semangat yang Amat Baik” Bogor – Apresiasi…
Will it be Worth It? Will it be Worth It? – Long story short,…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *