Monitoring dan Evaluasi BAKTI NUSA Bogor Perkuat Pembinaan Penerima Beasiswa dan Dampak Leadership Project

Monitoring dan Evaluasi BAKTI NUSA Bogor Perkuat Pembinaan Penerima Beasiswa dan Dampak Leadership Project

 

Bogor — Beasiswa Aktivis Nusantara (BAKTI NUSA) melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) wilayah Bogor sebagai upaya memastikan efektivitas proses pembinaan penerima beasiswa, perkembangan kapasitas kepemimpinan, serta keberlanjutan dan dampak Leadership Project yang dijalankan penerima manfaat BAKTI NUSA 15.

 

 

Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (16/08) melibatkan Manajemen Pusat BAKTI NUSA yang diwakili Ricky Hardiansyah; Ary Santoso, Manajer Wilayah BAKTI NUSA Bogor, para penerima BAKTI NUSA 15, dan penerima manfaat Leadership Project. Rangkaian Monev diawali diskusi strategis antara Manajemen Pusat dan Manajer Wilayah guna mengevaluasi pelaksanaan pembinaan di wilayah Bogor. Pembahasan mencakup rutinitas pembinaan penerima beasiswa, perkembangan implementasi Leadership Project, serta evaluasi terhadap performa beberapa penerima beasiswa.

 

 

Dari proses evaluasi tersebut, disepakati sejumlah langkah tindak lanjut untuk memperkuat komitmen penerima beasiswa dalam mengikuti proses pembinaan dan menjalankan tanggung jawabnya secara optimal. Monev kemudian dilanjutkan Forum Penerima Beasiswa yang diawali Training Value Kepemimpinan dan Refleksi Tengah Semester. Pada sesi ini, Manajemen Pusat memaparkan hasil asesmen perkembangan kepemimpinan penerima beasiswa dengan membandingkan hasil asesmen awal dan asesmen tengah semester.

 

 

Hasil evaluasi menunjukkan bahwa dua dari empat penerima beasiswa BAKTI NUSA Bogor mengalami peningkatan Indeks Kepemimpinan, sementara penerima beasiswa lainnya masih membutuhkan pendampingan yang lebih intensif untuk mendorong perkembangan kapasitas kepemimpinan secara berkelanjutan.Selain asesmen internal, evaluasi juga dilakukan melalui Evaluasi Publik, yang menjadi salah satu instrumen untuk melihat persepsi masyarakat terhadap kontribusi penerima beasiswa. Dalam evaluasi tersebut, Delia Putri Rahayu memperoleh jumlah responden eksternal tertinggi dengan 59 responden, disusul Muhammad Fathin Muyassar dengan 25 responden dan Nur Hidayatus Zahro dengan 9 responden. Sementara itu, Indah Ramadhani belum memperoleh responden eksternal karena tidak dapat menghadiri kegiatan.

 

Temuan tersebut menjadi bahan refleksi bagi para penerima beasiswa untuk semakin aktif membangun jejaring, melibatkan masyarakat, serta meningkatkan dokumentasi dan publikasi aktivitas Leadership Project. Aspek lain yang menjadi perhatian dalam Monev adalah Leadpro Impact Survey, yaitu instrumen untuk mengukur dampak Leadership Project berdasarkan perspektif penerima manfaat maupun pemangku kepentingan. Hasil monitoring menunjukkan bahwa sebagian besar penerima beasiswa masih belum memperoleh jumlah penilaian memadai dari penerima manfaat maupun Project Manager Leadership Project.

 

 

Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya penguatan mekanisme pengukuran dampak melalui peningkatan keterlibatan stakeholder serta sistem pengumpulan umpan balik yang lebih konsisten. Selanjutnya, para penerima beasiswa mempresentasikan perkembangan Leadership Project dan Career Development masing-masing. Sesi ini menjadi ruang refleksi untuk melihat capaian, tantangan, sekaligus rencana pengembangan yang akan dilakukan.

Ricky Hardiansyah di kesempatan tersebut memberikan sejumlah masukan strategis, khususnya terkait penguatan perencanaan program, implementasi kegiatan, pengukuran dampak, serta pengembangan kapasitas kepemimpinan agar setiap Leadership Project dapat memberikan manfaat yang lebih luas dan berkelanjutan.

Tak sampai di sana, kegiatan berlanjut untuk meninjau langsung dampak Leadership Project milik Nur Hidayatus Zahro bernama “Al-Iffah Mendidik” yang dilaksanakan di Masjid Al Wustha. Program tersebut berfokus pada pemberantasan buta huruf Al-Qur’an melalui kegiatan pembelajaran Al-Qur’an bagi anak-anak. Kunjungan lapangan dilakukan untuk melihat secara langsung implementasi program, interaksi dengan penerima manfaat, serta mengidentifikasi peluang pengembangan program.

 

 

Berdasarkan hasil observasi, Leadership Project Al-Iffah Mendidik dinilai telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an. Di sisi lain Ricky Hardiansyah turut memberikan sejumlah rekomendasi untuk memperkuat keberlanjutan program. Salah satunya adalah mendorong lahirnya local hero dari masyarakat setempat yang dapat menjadi kader pengajar sehingga program mampu berjalan secara lebih mandiri.

 

 

Selain itu, peserta pembelajaran juga direkomendasikan untuk dikelompokkan berdasarkan tingkat kemampuan membaca Al-Qur’an agar proses pembelajaran dapat berlangsung lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing peserta.

 

Melalui kegiatan Monitoring dan Evaluasi wilayah Bogor, BAKTI NUSA menegaskan komitmennya memastikan proses pembinaan tidak hanya berorientasi pada peningkatan kapasitas individu penerima beasiswa, tetapi juga pada kualitas implementasi Leadership Project dan dampaknya bagi masyarakat. Hasil Monev akan menjadi dasar bagi penyusunan strategi pendampingan lanjutan, penguatan komitmen penerima beasiswa, serta peningkatan kualitas pembinaan di wilayah Bogor.

 

 

Dengan proses evaluasi yang dilakukan secara berkala dan berbasis data, BAKTI NUSA terus mendorong para penerima beasiswa untuk tumbuh sebagai pemimpin muda yang berintegritas, adaptif, dan mampu menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat serta pembangunan bangsa.

 

Facebook
Twitter
LinkedIn

Slide
BAKTI NUSA Siap Lepas 57 Penerima Manfaatnya dalam National Mission Bogor – BAKTI NUSA…
Apresiasi National Mission 2021, Anies Baswedan: “Sebuah Semangat yang Amat Baik” Bogor – Apresiasi…
Will it be Worth It? Will it be Worth It? – Long story short,…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *