Menjaga Api Kepemimpinan: BAKTI NUSA Dorong Penerima Beasiswanya Hadirkan Dampak Berkelanjutan

Menjaga Api Kepemimpinan: BAKTI NUSA Dorong Penerima Beasiswanya Hadirkan Dampak Berkelanjutan

Medan — Memastikan kualitas pembinaan penerima beasiswa serta keberlangsungan implementasi Leadership Project, Beasiswa Aktivis Nusantara (BAKTI NUSA) melaksanakan  Monitoring dan Evaluasi (Monev) di wilayah Medan. Kegiatan ini menjadi bagian dari proses pendampingan sekaligus penguatan kapasitas kepemimpinan penerima BAKTI NUSA 15.

 

Rangkaian Monev melibatkan Manajemen Pusat BAKTI NUSA, Manajer BAKTI NUSA Medan, para penerima beasiswa, serta penerima manfaat Leadership Project. Kegiatan diawali dengan visitasi Leadership Project milik Muhammad Alfi Azma, yaitu UmmahRise, sebuah inisiatif pemberdayaan berbasis masjid yang mengusung pendekatan Faith, Skill, and Future. UmmahRise, menurut Akfi, dikembangkan sebagai upaya agar masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, melainkan pusat pembelajaran dan pengembangan karakter generasi muda. Lewat pendekatan Faith, Skill, and Future, program ini mengintegrasikan penguatan nilai-nilai keislaman, pengembangan keterampilan hidup, serta dorongan kepada peserta untuk memiliki visi masa depan yang lebih baik.

Di visitasi tersebut, Ricky Hardiansyah,Ketua BAKTI NUSA, melakukan observasi langsung terhadap pelaksanaan program dan berdiskusi bersama project leader mengenai perkembangan Leadership Project. Hasil observasi menunjukkan sejumlah aspek yang perlu diperkuat. Lokasi kegiatan dinilai kurang kondusif karena berada di tepi jalan sehingga berpengaruh terhadap kenyamanan dan fokus peserta selama proses pembelajaran. Selain itu, UmmahRise perlu memiliki indikator keberhasilan yang lebih terukur untuk melihat perubahan pada penerima manfaat, baik dari aspek pengetahuan, sikap, maupun perilaku. Ricky mendorong UmmahRise memperjelas unique value proposition atau nilai pembeda program dibandingkan aktivitas Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) pada umumnya. Penguatan identitas dan keunikan program dinilai penting agar dampak yang dihasilkan dapat terlihat secara lebih nyata.

Setelah visitasi Leadership Project, kegiatan dilanjutkan Forum Penerima beasiswa yang diikuti seluruh Penerima beasiswa BAKTI NUSA Medan. Forum diawali Training Value Kepemimpinan sebagai ruang refleksi bagi penerima beasiswa untuk memaknai kembali perjalanan kepemimpinan selama mengikuti BAKTI NUSA. Para penerima beasiswa diajak mengevaluasi peran yang telah dijalankan, memperkuat motivasi, serta meneguhkan komitmen untuk terus memberikan manfaat bagi masyarakat melalui Leadership Project masing-masing.

 

 

Pada sesi ini, Ricky memaparkan hasil Asesmen Indeks Kepemimpinan melalui perbandingan antara asesmen awal dan asesmen tengah semester. Hasil evaluasi menunjukkan perkembangan positif pada sebagian besar penerima beasiswa. Muhammad Alfi Azma mengalami peningkatan indeks kepemimpinan dari 2,830 menjadi 3,104, sementara Inayah Ananda Devira meningkat dari 2,009 menjadi 2,219. Di sisi lain, Putri Maharani mengalami penurunan indeks dari 3,349 menjadi 2,915 sehingga memerlukan pendampingan yang lebih intensif agar perkembangan kapasitas kepemimpinannya dapat kembali meningkat. Secara keseluruhan, dua dari tiga Penerima beasiswa BAKTI NUSA wilayah Medan mengalami peningkatan Indeks Kepemimpinan, menjadi salah satu indikator positif terhadap proses pembinaan selama satu semester.

 

Monev juga mengevaluasi Penilaian Publik sebagai instrumen untuk melihat keterlibatan masyarakat dalam memberikan umpan balik terhadap aktivitas kepemimpinan penerima beasiswa. Putri Maharani memperoleh 79 responden, Muhammad Alfi Azma memperoleh 42 responden, sedangkan Inayah Ananda Devira memperoleh 6 responden. Perbedaan jumlah responden tersebut menjadi gambaran mengenai tingkat keterjangkauan aktivitas masing-masing penerima beasiswa sekaligus menunjukkan pentingnya membangun keterlibatan publik agar evaluasi yang diperoleh semakin representatif.

 

 

Selanjutnya, Ricky membahas hasil Leadpro Impact Survey untuk mengukur persepsi penerima manfaat terhadap dampak Leadership Project. Leadership Project Putri Maharani memperoleh nilai 66,95 dari 1 responden, Inayah Ananda Devira memperoleh nilai 84,70 dari 3 responden, sedangkan Muhammad Alfi Azma memperoleh nilai 72,20 dari 8 responden. Di evaluasi tersebut ditekankan bahwa skor dampak perlu dibaca bersama dengan jumlah responden. Semakin banyak penerima manfaat yang memberikan penilaian, semakin kuat validitas data dalam menggambarkan dampak nyata yang dihasilkan oleh Leadership Project.

 

 

Melalui rangkaian Monev, tim BAKTI NUSA i perkembangan kepemimpinan penerima beasiswa, implementasi Leadership Project, kualitas administrasi program, serta efektivitas proses pembinaan di wilayah Medan. Hasil evaluasi menjadi dasar menyusun strategi pendampingan yang lebih terarah, termasuk pendampingan intensif bagi penerima beasiswa yang mengalami penurunan capaian kepemimpinan, pengembangan indikator keberhasilan dan unique value proposition UmmahRise, peningkatan jumlah responden evaluasi, serta penguatan standar administrasi dan pelaporan.

 

 

Ke depannya, proses coaching dan monitoring berkala akan terus diperkuat Manajer Wilayah sesuai kebutuhan masing-masing penerima beasiswa. Melalui Monev, BAKTI NUSA tidak hanya memastikan perkembangan kapasitas kepemimpinan para penerima beasiswa, tetapi juga mendorong agar setiap Leadership Project memiliki arah yang jelas, mampu mengukur dampaknya secara objektif, dan memberikan manfaat yang semakin luas serta berkelanjutan bagi masyarakat.

 

 

Facebook
Twitter
LinkedIn

Slide
BAKTI NUSA Siap Lepas 57 Penerima Manfaatnya dalam National Mission Bogor – BAKTI NUSA…
Apresiasi National Mission 2021, Anies Baswedan: “Sebuah Semangat yang Amat Baik” Bogor – Apresiasi…
Will it be Worth It? Will it be Worth It? – Long story short,…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *