Ikuti Student Mobility di Universiti Sains Malaysia, Wahyuda Pratama Raih Penghargaan Best Research and Presentation

Malaysia – Wahyuda Pratama, mahasiswa Program Studi Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Lampung, didapuk mengikuti Student Mobility at Universiti Sains Malaysia (USM) 2026 yang diselenggarakan melalui kerja sama Universitas Lampung dengan Universiti Sains Malaysia. Program ini menjadi wadah mahasiswa memperoleh pengalaman akademik, memperluas wawasan internasional, serta memperkuat kolaborasi lintas budaya.
Selama mengikuti program, Wahyuda yang juga penerima beasiswa Etos ID, terlibat dalam berbagai kegiatan akademik dan nonakademik, mulai dari mengikuti perkuliahan dan seminar internasional, berdiskusi dengan akademisi dan mahasiswa dari berbagai negara, hingga mengunjungi sejumlah situs bersejarah di Penang untuk mempelajari sejarah dan budaya kawasan tersebut. Para peserta, kata Wahyuda, juga dituntut mandiri selama menjalani rangkaian kegiatan sehingga memperoleh pengalaman belajar yang tidak hanya berorientasi pada akademik, tetapi juga pengembangan karakter dan kemampuan beradaptasi di lingkungan internasional.

Selain itu, Wahyuda bersama peserta lainnya turut melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan mengajar anak-anak Indonesia jenjang SD dan SMP yang berada di Penang. Kegiatan tersebut menjadi bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam berbagi ilmu sekaligus mempererat hubungan dengan masyarakat Indonesia di luar negeri.

Sebagai bagian dari program Student Mobility, Wahyuda turut melaksanakan penelitian berjudul Masjid Batu Uban, Penang: An Early Symbol of Malay Islamic Diaspora and Maritime Network in Maritime Southeast Asia melalui metode observasi, wawancara, dan studi pustaka. Penelitian itu berhasil meraih penghargaan Best Research and Presentation, sebagai bentuk apresiasi atas kualitas penelitian dan penyampaian hasil riset selama program berlangsung.

Tidak hanya itu, selama mengikuti Student Mobility di Universiti Sains Malaysia, Wahyuda juga berhasil memperoleh 11 sertifikat internasional dari berbagai kegiatan akademik yang diikuti sebagai bukti partisipasi aktif dan pengembangan kompetensi di tingkat internasional.
Menurut Wahyuda Student Mobility ini memberikan pengalaman yang jauh lebih dari sekadar belajar di luar negeri. Ia belajar beradaptasi dengan lingkungan baru, membangun jejaring internasional, memahami keberagaman budaya, serta melihat secara langsung bagaimana kolaborasi akademik dapat menjadi jembatan untuk mempererat hubungan antarbangsa.