Dorong Kolaborasi Pasca Program, Sekolah Literasi Indonesia Gelar Diseminasi dan Rembuk Literasi
Jawa Tengah — Memperluas dampak praktik baik literasi sekaligus merumuskan keberlanjutan program, Pelita Sekolah Literasi Indonesia (Pelita SLI) menyelenggarakan Diseminasi Program dan Rembuk Literasi di SDIT Takhassus Sirampog, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah
Kegiatan diseminasi yang diikuti 50 peserta dari berbagai unsur pemangku kepentingan literasi di wilayah Sirampog dan sekitarnya tersebut bertujuan menyampaikan capaian program serta memperlihatkan praktik-praktik baik yang telah dilakukan Pelita SLI selama masa pendampingan. Melalui sesi ini, menurut Muh. Shirli Gumilang, Ketua Sekolah Guru Literasi Transformatif (SGLT), peserta memperoleh gambaran langsung tentang dampak program terhadap penguatan budaya literasi di sekolah dan masyarakat.
Usai sesi diseminasi, kegiatan dilanjutkan dengan rembuk literasi yang menjadi ruang dialog bersama guna menyusun rencana aksi lanjutan setelah program Pelita SLI berakhir. Dalam forum tersebut, peserta menyampaikan berbagai masukan strategis serta gagasan kolaborasi lintas pihak, mulai dari pemerintah daerah, sekolah, perpustakaan desa, organisasi pemuda, hingga komunitas masyarakat.
Shirli menambahkan, selain diseminasi dan rembuk literasi, rangkaian kegiatan juga diisi dengan refleksi program. Sesi refleksi ini bertujuan untuk menghimpun umpan balik dari para pemangku kepentingan sebagai bahan evaluasi dan pengembangan program Pelita SLI pada periode selanjutnya.
Kolaborasi yang dirumuskan dalam rembuk literasi diharapkan dapat memperkuat ekosistem literasi di tingkat lokal, sekaligus memastikan keberlanjutan program melalui peran aktif seluruh pemangku kepentingan yang terlibat.
.
Melalui kegiatan ini, Pelita SLI menegaskan komitmennya untuk tidak hanya menghadirkan program literasi, tetapi juga membangun kolaborasi jangka panjang yang melibatkan sekolah, masyarakat, dan pemerintah daerah demi tumbuhnya budaya literasi yang berkelanjutan di Kabupaten Brebes.