Dari Karya Tulis hingga Barzanji, Muhammad Naufal Borong Prestasi di Dua Ajang Sekaligus
Medan – Muhammad Naufal, mahasiswa Ekonomi Pembangunan Universitas Sumatera Utara, berhasil mengukir prestasi membanggakan di dua ajang bergengsi sekaligus. Ia meraih Juara 3 MTQ PERTI Tingkat Sumatera Utara Cabang Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (KTIQ) Putra yang diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara pada 3 Juni 2026, sekaligus Juara 1 Lomba Barzanji ke 2 Kota Medan 2026 sebagai utusan Kecamatan Medan Baru.
Dalam kompetisi KTIQ, Naufal tampil dengan karya yang tidak biasa. Di tengah dominasi tema keislaman yang lazim diangkat peserta, ia justru memilih isu lingkungan yang jarang disorot dari perspektif Al-Qur’an: fenomena overtourism dan dampaknya terhadap degradasi alam di Indonesia. Karyanya memadukan analisis ekologis berbasis konsep Carrying Capacity dan Tragedy of the Commons dengan tinjauan teologis QS. Ar-Rum: 41 dan QS. Al-A’raf: 56, menegaskan bahwa kerusakan alam akibat pariwisata massal adalah bentuk nyata dari pengabaian amanah kekhalifahan.
Naufal tidak berhenti pada kritik. Ia menawarkan solusi integratif mulai dari sistem reservasi digital real-time, kebijakan de-marketing untuk destinasi jenuh, pengenaan Green Tax, hingga konsep “Wisata Ramah Amanah” yang mengajak wisatawan memandang rekreasi sebagai bagian dari ibadah menjaga bumi. Gagasannya dinilai segar karena berhasil menjembatani ekonomi lingkungan modern dengan etika Islam secara kohesif.
Tak hanya unggul di karya tulis, Naufal juga membuktikan dirinya di jalur seni Islam. Sebagai utusan Kecamatan Medan Baru, kemenangannya di Lomba Barzanji Kota Medan mencerminkan penghayatan spiritual yang dalam sekaligus kecintaannya terhadap tradisi Islam Nusantara sisi yang melengkapi kekuatan intelektualnya.
Dua prestasi di dua bidang yang berbeda ini mencerminkan sosok yang utuh: intelektual muda yang tidak tercerabut dari akar spiritualitasnya. Naufal berkomitmen untuk terus mengembangkan gagasannya agar memberi kontribusi nyata bagi masyarakat, lingkungan, dan peradaban Islam di Indonesia.
