Cetak Pemimpin Muda Tangguh, BAKTI NUSA Bali Gelar Activist Coaching
Denpasar – Penerima Beasiswa Aktivis Nusantara (BAKTI NUSA) wilayah Bali kembali menggelar Activist Coaching bulanan di Kafe Ruang Santay, Denpasar, agenda rutin ini menjadi wadah strategis guna memperkuat komitmen, mengasah kapasitas kepemimpinan, serta mengevaluasi dampak sosial para penerima BAKTI NUSA.
Mengusung semangat Bertumbuh Bersama dalam Setiap Proses, ruang diskusi tersebut menjadi ruang diskusi interaktif, ruang berbagi wawasan, serta laporan perkembangan Leadership Project masing-masing untuk merefleksikan tantangan maupun capaian di lapangan.
Lebih dari sekadar berbagi cerita, agenda itu juga diisi sesi review hasil Monitoring dan Evaluasi (Monev) yang telah terlaksana pada agenda sebelumnya. Langkah tersebut diambil demi mengukur sejauh mana efektivitas pencapaian program kepemimpinan, sekaligus memetakan area yang membutuhkan akselerasi serta perbaikan strategi.
Ihwanul Muslimin, Manajer BAKTI NUSA Bali, di kesempatan tersebut turut memaparkan materi seputar Strategi Personal Branding supaya para penerima beasiswa memiliki keterampilan memetakan nilai keunikan diri (unique value proposition), membangun reputasi positif berintegritas, serta mengemas aksi sosial secara responsif agar mampu memperluas jangkauan inspirasi ke masyarakat luas.
Menurut Ihwan, personal branding sangat penting bagi pemudaa aktivis yang memikul tanggung jawab moral menyebarkan nilai-nilai kebaikan dan kebermanfaatan. Ia berpesan bahwa kunci utama dari konsistensi personal branding adalah keberanian mengambil langkah awal. Kunci konsistensi, kata Ihwan, sesederhana memulai dari kegiatan sehari-hari, membangun integritas diri, lalu membiarkan jejak dampak positif. Ia berharap lewat Activist Coaching para penerima beasiswa bisa mengoptimalkan potensi mereka sebagai pemuda kontributif.
Melalui Activist Coaching, BAKTI NUSA Bali berkomitmen mencetak pemimpin muda yang tidak hanya tangguh secara eksekusi program, tetapi juga mampu mengomunikasikan gagasan dan dampak nyata berkelanjutan.
