Berkat DekatLokal Riswan Ramadhan Bantu 30 UMKM di Sulawesi Selatan Go Digital
Makassar – Riswan Ramadhan, penerima Beasiswa Aktivis Nusantara (BAKTI NUSA) Angkatan 15 Makassar, berhasil membantu Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk Go Digital lewat DekatLokal di mana ia membantu pelaku usaha kecil membaca kesiapan digitalnya, lalu menuntun mereka selangkah demi selangkah menuju kehadiran daring yang lebih profesional.
Riswan yang merupakan Mahasiswa Teknik Informatika Universitas Hasanuddin mengatakan titik balik pendirian Dekatlokal datang ketika ia menjalani magang sebagai Web Developer di Rumah BUMN Makassar pada November 2025 hingga Februari 2026. Di sana, Riswan membangun dan menerbitkan situs web bagi UMKM binaan, mengurus hosting dan konfigurasi teknis, sekaligus memastikan usaha-usaha tersebut mudah ditemukan di mesin pencari. Dari balik layar laptopnya, ia bertemu langsung dengan wajah-wajah yang selama ini hanya ia bayangkan.

Ia menuturkan melihat sendiri banyak pelaku usaha yang produknya sangat baik, tetapi tidak muncul ketika dicari di internet. Mereka, kata Riswan, bukan tidak mau berubah, para pelaku usaha hanya belum punya rekan untuk memulai, terlebih banyak yang ragu apakah usaha milik mereka pantas memiliki laman web sendiri. Pertanyaan itu, imbuh Riswan, terus terngiang sampai sekarang.
Pengalaman tersebut membuka matanya pada persoalan yang lebih mendasar, banyak UMKM ingin “go digital”, tetapi belum tahu apakah mereka harus memulai lewat laman web, pembenahan merek, kehadiran di Google, atau justru kesiapan operasional. Tanpa peta yang jelas, kata Riswan, digitalisasi sering berakhir sebagai biaya yang terbuang, bukan investasi yang menumbuhkan. Berangkat dari sana, pada Januari 2026 Riswan mendirikan DekatLokal. Sebuah platform yang dirancang guna menuntun UMKM melalui alur Digital Checkup yang sederhana: pelaku usaha menjawab serangkaian pertanyaan, lalu memperoleh gambaran kesiapan digitalnya beserta rekomendasi langkah berikutnya, mulai dari pendampingan, pembuatan website, hingga perbaikan kehadiran daring.
Riswan mengaku memimpin langsung arah produk, desain antarmuka, pengembangan, hingga struktur SEO platform, sembari menggerakkan tim kecil yang tumbuh bersamanya. Ia juga meletakkan fondasi DekatLokal Studio, layanan pengembangan website bagi perusahaan dan pelaku bisnis, sebagai langkah agar gerakan ini dapat berdiri secara mandiri dan berkelanjutan.
Ia menjelaskan, nama DekatLokal dipilih karena ia percaya teknologi seharusnya mendekat kepada mereka yang paling membutuhkan, bukan justru membuat mereka merasa tertinggal. UMKM tidak butuh istilah rumit, mereka butuh seseorang yang mau duduk di samping mereka, mendengarkan, lalu berjalan bersama.
Sampai saat ini, DekatLokal telah mendampingi 30 UMKM di Sulawesi Selatan dari berbagai sektor, mulai dari sektor kuliner, kerajinan, fashion, hingga jasa. Salah satu mitranya, Kak Tia, pemilik Kira Kira Michi, merasakan langsung perubahan tersebut. Mengutip penjelasan Riswan, kak Tia menuturkan jika DekatLokal membantunya dalam pembuatan laman web gratis dan sistem loyalty card gratis untuk menggaet banyak pelanggan secara digital sekaligus menyelesaikan masalah internal bisnis.

Di tengah perjalanan membangun DekatLokal, Riswan juga aktif di BAKTI NUSA, program pengembangan kepemimpinan berkelanjutan bagi aktivis mahasiswa yang dinaungi GREAT Edunesia Dompet Dhuafa. Bagi Riswan, BAKTI NUSA bukan sekadar beasiswa. Program ini menjadi ruang yang mengubah cara pandangnya tentang arti memimpin dan melayani. Ia menyampaikan, interaksi dengan sesama penerima beasiswa dari berbagai latar belakang, mentoring, serta pembinaan karakter selama program menumbuhkan keberaniannya mengubah keterampilan teknis menjadi gerakan sosial. Nilai-nilai yang ditanamkan BAKTI NUSA, yakni kepemimpinan yang berintegritas, cendekia, transformatif, dan melayani masyarakat, kini menjadi kompas yang menuntun setiap keputusan yang ia ambil bersama DekatLokal.
Ke depan, Riswan berharap DekatLokal dapat menjangkau lebih banyak pelaku usaha, tidak hanya di Makassar, tetapi juga di daerah lain termasuk di kawasan timur Indonesia yang akses digitalnya masih terbatas. Ia juga ingin menggandeng lebih banyak anak muda untuk terlibat sebagai pendamping, agar semangat ini menjadi gerakan bersama, bukan kerja satu orang.



