Berfokus Pada Human-Centered Design, Artikel Ilmiah Raden Achmad Zildhan Frans Bestand Berhasil Masuk Jurnal Terakreditasi SINTA 1/Scopus Q3
Banten – Berbekal rasa ingin tahu yang mendalam terkait bagaimana sebuah teknologi dibuat dan dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah sehari-hari, Raden Achmad Zildhan Frans Bestand, penerima beasiswa Etos ID, dan rekan-rekannya menerbitkan Publikasi Artikel Ilmiah pada Jurnal Terakreditasi SINTA 1 / Scopus Q3 berjudul “Toward Responsible Technology: A Systematic Literature Review on the Intersection ofi Ethics, Human-Centered Design, and Artificial Intelligence”.
Penelitian ini, kata Zildan, berangkat dari keinginannya memahami bagaimana prinsip etika dan pendekatan human-centered design dapat dipertimbangkan dalam perkembangan AI. Ia mencoba melihat berbagai penelitian yang sudah ada untuk memahami bagaimana teknologi dapat dikembangkan dengan tetap memperhatikan kebutuhan, pengalaman, hak, dan kepentingan manusia.
Proses penelitian tersebut, tambahnya, membawa Zildan memperoleh Letter of Acceptance untuk publikasi pada jurnal yang terakreditasi SINTA 1 dan terindeks Scopus Q3. Baginya, pencapaian itu menjadi salah satu hasil dari rasa penasaran yang selama ini ia coba jawab. Zildan mengatakan, ia belajar bahwa sebuah pertanyaan sederhana dapat berkembang menjadi sebuah penelitian ketika kita mau mencari jawabannya. Proses membaca banyak literatur, berdiskusi, menerima masukan, dan memperbaiki penelitian juga mengajarkannya lebih teliti dan terbuka terhadap berbagai sudut pandang.
Dari perjalanan tersebut, ia semakin memahami bahwa ketertarikannya pada teknologi bukan hanya tentang mempelajari teknologi terbaru. ia juga ingin memahami dampak yang muncul ketika teknologi semakin dekat dengan kehidupan manusia. Terutama dalam perkembangan AI, ia percaya bahwa kemampuan teknologi perlu berjalan bersama dengan pertimbangan etika. Teknologi yang baik bukan hanya teknologi yang mampu melakukan banyak hal, tetapi juga teknologi yang dikembangkan dengan mempertimbangkan siapa yang menggunakannya, siapa yang terdampak, dan bagaimana manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas. Sebagai penerima beasiswa Etos ID, ia melihat berbagai kesempatan yang saya dapatkan sebagai amanah untuk terus belajar dan memberikan manfaat melalui ilmu, komunitas, dan penelitian.
Di perjalanan ini Zildan mengaku mendapatkan kesempatan bertumbuh di komunitas, belajar tentang Generative AI, hingga akhirnya meneliti bagaimana teknologi dapat digunakan secara lebih bertanggung jawab. Ia masih memiliki banyak hal untuk dipelajari, tetapi ia ingin terus mengikuti rasa ingin tahu tersebut.
