Berani Keluar dari Zona Nyaman, Erlena Rahma Wati Raih Predikat Finalis Top 5 KDMI Fakultas Hukum Universitas Jambi

Berani Keluar dari Zona Nyaman, Erlena Rahma Wati Raih Predikat Finalis Top 5 KDMI Fakultas Hukum Universitas Jambi

 

Jambi – Keberanian untuk mencoba hal baru mengantarkan Erlena Rahma Wati, penerima beasiswa ETOS ID sekaligus mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Jambi, meraih predikat Finalis Top 5 Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia (KDMI) tingkat Fakultas Hukum Universitas Jambi 2026. Pencapaian ini menjadi langkah penting dalam perjalanan akademiknya, mengingat kompetisi debat merupakan bidang yang baru pertama kali ia ikuti secara serius.

 

Sejak awal perkuliahan, Erlena memiliki ketertarikan terhadap dunia argumentasi, diskusi, dan pertukaran gagasan. Baginya, hukum tidak hanya dipelajari melalui teori, tetapi juga melalui kemampuan menyampaikan pendapat secara kritis, logis, dan bertanggung jawab. Ketertarikan tersebut akhirnya membawanya memberanikan diri mengikuti KDMI meskipun harus berhadapan dengan peserta-peserta yang telah memiliki pengalaman debat yang lebih panjang.

 

Sebelum terjun ke dunia debat, Erlena lebih dahulu aktif dalam kompetisi peradilan semu. Pada tahun 2024, ia mengikuti Internal Moot Court Competition (IMCC) Fakultas Hukum Universitas Jambi dan berhasil meraih Juara 3, sekaligus memperoleh penghargaan Delegasi Hakim Terbaik. Prestasi tersebut menjadi bukti kemampuannya dalam menganalisis persoalan hukum serta menyampaikan pertimbangan secara objektif.

 

Perjalanan itu berlanjut pada tahun 2025 ketika ia kembali dipercaya menjadi delegasi peran hakim dalam IMCC. Meskipun belum berhasil meraih predikat Hakim Terbaik, Erlena tetap mampu menembus jajaran Top 3, sebuah capaian yang semakin memperkuat kemampuan berpikir kritis dan kepercayaan dirinya dalam forum akademik.

 

2026 menjadi titik baru dalam perjalanan pengembangan dirinya. Untuk pertama kalinya, ia mengikuti Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia (KDMI). Tantangan yang dihadapi tidaklah mudah sebab ia harus melalui tiga babak penyisihan (preliminary rounds) dan berhadapan dengan peserta yang telah lebih dahulu berkecimpung dalam dunia debat.

 

Bagi Erlena, kemenangan sejati bukan hanya soal trofi atau peringkat, melainkan keberanian untuk melawan rasa takut dan keraguan diri. Ia mengatakan dalam setiap kompetisi, ia belajar bahwa keberanian memulai sering kali lebih sulit daripada proses bertanding itu sendiri dan bukan hanya tentang hasil akhir, tetapi tentang bagaimana ia berani berdiri, berbicara, dan mempertahankan gagasan di hadapan orang-orang yang lebih berpengalaman.

Erlena meyakini bahwa setiap pengalaman memiliki nilai pembelajaran tersendiri. Dari ruang sidang semu hingga arena debat, ia memahami bahwa kemampuan berbicara bukan sekadar tentang memenangkan argumen, tetapi tentang menyampaikan pemikiran yang dapat memberikan manfaat bagi banyak orang.

 

Pencapaian ini menjadi pengingat bahwa perkembangan seseorang tidak selalu diukur dari seberapa cepat ia berhasil, melainkan dari seberapa berani ia mencoba. Dengan semangat belajar yang terus tumbuh, Erlena berkomitmen untuk terus mengasah kemampuan berpikir kritis, komunikasi, dan kepemimpinan sebagai bekal untuk berkontribusi lebih luas di masa depan.

 

Facebook
Twitter
LinkedIn

Slide
BAKTI NUSA Siap Lepas 57 Penerima Manfaatnya dalam National Mission Bogor – BAKTI NUSA…
Apresiasi National Mission 2021, Anies Baswedan: “Sebuah Semangat yang Amat Baik” Bogor – Apresiasi…
Will it be Worth It? Will it be Worth It? – Long story short,…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *