Angkat Pemanfaatan AI dalam Pendidikan, Ridho Sabet Juara 1 Kontes Literasi Bahasa XI 2026 Universitas Sriwijaya

Palembang – Kegemarannya melihat perkembangan kecerdasan buatan (AI) generatif membawa Muhammad Ridho, penerima beasiswa Youth Ekselensia Scholarship (YES), berhasil menyabet Juara 1 Kontes Literasi Bahasa XI 2026 yang diselenggarakan Universitas Sriwijaya.
Menurut Ridho, AI membawa banyak kemudahan uintuk masyarakat memperoleh informasi dan mengembangkan gagasan; namun, katanya, di tengah kemudahan tersebut kemampuan membaca secara mendalam dan berpikir mandiri tetap menjadi hal penting dalam proses pendidikan. Mengangkat judul Dari Jawaban ke Pertanyaan: Menjadikan AI Pemantik, Bukan Pengganti Deep Reading, Ridho membahas bagaimana AI generatif seharusnya ditempatkan sebagai alat bantu proses belajar, bukan pengganti proses berpikir siswa.
Ia mengatakan, AI dapat dimanfaatkan sebagai pemantik demi menguji pemahaman, mengembangkan pertanyaan, hingga mendiskusikan berbagai gagasan. Meski demikian, lanjut Ridho, proses utama pembelajaran tetap perlu dilakukan secara mandiri oleh siswa, mulai dari membaca, memahami informasi, mempertanyakan, memverifikasi sumber, hingga menyusun kesimpulan. Gagasan tersebut sekaligus menjadi upaya Ridho mendorong pemanfaatan teknologi secara bijak. Ridho ingin kehadiran AI tidak membuat siswa semakin bergantung pada jawaban instan, tetapi justru mendorong mereka semakin kritis membaca dan memahami informasi.
Perjalanan Ridho di kompetisi itu tidak berhenti pada penulisan esai. Prosesnya dimulai dengan menentukan isu yang akan diangkat, kemudian melakukan riset dari berbagai sumber. Dari hasil riset, Ridho menyusun gagasan dan argumentasi yang kemudian dituangkan lewat beberapa tahap pengembangan dan revisi demi memperkuat isi, alur pemikiran, serta argumentasi yang disampaikan.
Setelah dinyatakan menjadi finalis, tantangan berikutnya adalah mempersiapkan presentasi dan menghadapi sesi tanya jawab. Pada tahap ini, Ridho dituntut mampu menjelaskan gagasannya sekaligus mempertanggungjawabkan argumentasi yang telah disusun. Perjalanan tersebut akhirnya berbuah prestasi. Ridho berhasil meraih Juara 1 Kontes Literasi Bahasa XI 2026 Universitas Sriwijaya.
Bagi Ridho, pengalaman mengikuti kompetisi esai memberikan pembelajaran bahwa menulis bukan sekadar menyampaikan sebuah gagasan. Lebih dari itu, menulis merupakan proses menguji, memperkuat, dan mempertanggungjawabkan gagasan berdasarkan sumber serta argumentasi yang relevan. Gagasan tentang AI dan deep reading yang diangkat Ridho menjadi relevan di tengah semakin mudahnya masyarakat, khususnya pelajar, memperoleh informasi via teknologi digital. Kemudahan tersebut perlu diimbangi kemampuan membaca secara kritis dan mendalam agar informasi yang diterima tidak sekadar menjadi jawaban instan.
Ridho berharap prestasinya bisa menginspirasi pelajar lain dan para penerima beasiswa YES. Lewat prestasi ini, Ridho tidak hanya membawa pulang gelar juara, tetapi menunjukkan bahwa literasi dan teknologi dapat berjalan beriringan ketika teknologi digunakan untuk memantik rasa ingin tahu, bukan menggantikan proses berpikir.


