Alumni Program Pendidikan GREAT Edunesia Akui Bangga Jadi WNI di BOCOR AMAT
Bogor – Mengoptimalkan KolaborAksi dan silaturahmi dengan alumni penerima beasiswa pendidikan, GREAT Edunesia mengadakan temu alumni bertajuk BOCOR AMAT yang dilaksanakan daring. Kegiatan tersebut merupakan rangkaian program Ramadan Edufest 2026 sebagai platform kebaikan dan edukasi yang menggabungkan berbagai kegiatan menarik, kampanye, dan aksi sosial edukatif.

Mengusung edisi Masih Bangga jadi WNI? BOCOR AMAT yang diadakan perdana ini mengundang Ismail Shaleh, Alumni Etos ID Bogor 2014, Researcher at Seoul National University, Akademisi, dan Co-Founder Researcher Permata Foundation; Muhammad Fathikur Rafi, Alumni SMART Angkatan 9, Msc. Advanced Power Engineering The University of Edinburgh United Kingdom; dan Mella Sarah Elmania, Alumni BAKTI NUSA 9 Bogor, PhD. United Graduate School of Agriculture Ehime University Kochi University. Ketiga alumni diajak menyelami fenomena Warga Negara Indonesia (WNI) yang lebih memilih pindah kewarganegaraan daripada menjadi WNI, sekaligus berbagi kisah perjuangan mereka selama hidup di negara orang.

Ismail Shaleh yang lima tahun tinggal di Korea Selatan mengatakan bangga menjadi WNI karena nilai-nilai yang dimiliki Indonesia tak akan bisa dicontoh negara mana pun; Ismail yang merupakan jebolan Etos ID berusaha membawa nilai-nilai tersebut tanpa menghilangkannya sedikit pun, bahkan ia mengaku masih menjunjung tinggi nilai Etos ID sebagai pemuda kontributif. Serupa Ismail, Muhammad Fathikur Rafi yang saat ini tinggal di Inggris Raya mengaku merasa berdosa jika tak bangga dengan asal usulnya, ia mengaku sesekali terbersit rasa iri melihat bagusnya sistem di negara orang tapi ia sadar pun Indonesia memiliki banyak kelebihannya sendiri. Sedangkan Mella Sarah Elmania melihat Indonesia sebagai bangsa pejuang, walaupun negerinya sedang dirundung banyak masalah namun ia angkat topi melihat semangat juang warganya; terlebih, tambah Mela, di Jepang WNI memiliki track record baik karena tak banyak drama.

Ditanya seputar kontribusi, tiga alumni program beasiswa GREAT Edunesia itu menjawab lugas jika mereka tetap berkontribusi bagi negeri. Ismail Shaleh bersama alumni Etos ID lainnya menginisiasi Permata Foundation agar anak-anak kurang mampu di Indonesia bisa berkuliah; Muhammad Fathikur Rafi dan rekan-rekannya membantu masyarakat di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar) mendapatkan pasokan listrik dari energi terbarukan; Mella Sarah Elmania melakukan kolaborasi penelitian dengan peneliti Indonesia di Jepang dan peneliti lintas negara di bidang mikro plastik di lingkungan perairan, ia juga menjadi fasilitator buat anak-anak Indonesia yang ingin berkuliah di Asia Timur.

Menilik kegaduhan yang terjadi akhir-akhir ini, ketiga alumni menyampaikan pandangan sekaligus pesan kepada pemuda Indonesia. Ismail Shaleh menyampaikan supaya pemuda Indonesia tak berhenti berkontribusi walau kecil dan tetap bangga pada Indonesia. Muhammad Fathikur Rafi mengutarakan pentingnya stay hungry stay foolish biar para pemuda memiliki dorongan memperbaiki Indonesia lewat prestasi gemilang dan tak lupa kembali ke “rumah”. Menutup kegiatan Mella Sarah Elmania menggaungkan pentingnya memaksimalkan potensi, tak pantang menyerah, dan memiliki integritas karena baginya integritas mahal harganya di zaman sekarang.
